Garda Mawar Terjun ke Lokasi Longsor Pasirlangu, Perbaiki Jalan untuk Pulihkan Ekonomi Warga

Jawa Barat25 Dilihat

Sindojabar.Com – Komunitas Garda Mawar melakukan aksi bakti sosial dengan memperbaiki akses jalan di Desa Pasirlangu, Cisarua, Bandung Barat.

Perbaikan jalan sepanjang 350 meter tepatnya di Kampung Pasir Kuning, Desa Pasirlangu tersebut sangat mendesak karena menjadi urat nadi perekonomian masyarakat. Khususnya dalam menjual hasil panen.

“Kami merasa terpanggil membantu masyarakat di sini untuk memperbaiki akses jalan yang terputus akibat longsor beberapa waktu lalu,” kata Ketua Umum Garda Mawar, Fauka Noor Farid saat ditemui awak media di sela-sela kegiatan di Kampung Pasir Kuning, Desa Pasirlangu, Minggu (31/5/2026).

Dirinya melihat langsung bahwa longsor di Pasirlangu ini selain memakan korban puluhan jiwa juga merusak infrastruktur jalan yang menjadi akses perekonomian masyarakat. Akibat jalan terputus masyarakat jadi kesulitan menjual hasil buminya.

Sehingga sebagai organisasi sosial pihaknya ingin berkontribusi untuk membantu masyarakat memperbaiki jalan rusak tersebut. Saat ini kondisinya membahayakan karena yang bisa melintas hanya kendaraan roda dua saja.

Harapannya jalan tersebut bisa diperbaiki oleh pihaknya dengan bergotong royong dengan masyarakat, agar bisa kembali memulihkan roda perekonomian di Desa Pasirlangu dan sekitarnya.

Pihaknya menerjunkan sebanyak 37 anggota termasuk dari jalangab generasi Z. Ini bagian dari edukasi langsung kepada mereka karena mereka tak cukup hanya diberi nasihat tapi harus melihat dan belajar langsung di lapangan daripada terlibat kegiatan negatif seperti geng motor atau narkoba.

“Sesuai moto Garda Mawar yakni kebahagian yang hakiki kalau kita bisa membahagiakan orang lain, berbagilah pada saat kondisi bisa berbagi,” ucapnya

Dikatakannya, kegiatan sosial ini adalah program rutin yang dilakukan Garda Mawar paling tidak satu bulan sekali dengan kegiatan yang berbeda-beda. Seperti baksos, bantuan ke yayasan anak yatim panti jompo, bantuan ke ODGJ, merenovasi masjid dan musola, atau membeti bantuan ke gereja.

“Kita iklas melakukan ini dengan uang pribadi tanpa campur tangan pemerintah, karena prinsipnya kita Bhineka Tunggal Ika,” imbuhnya.

Selain itu, lanjut Fauka, pihaknya juga sudah memberikan beasiswa pendidikan bagi 11 anak yatim korban longsor Pasirlangu yang kehilangan orang tuanya pascabencana beberapa waktu lalu.

Yang kini sedang dipikirkan adalah untuk membantu 32 kepala keluarga (KK) yang masih tinggal menumpang ke kerabatnya akibat kehilangan rumah tinggal. Jika memungkinkan ada tanah yang bisa dibeli, Garda Mawar akan membangunkan rumah untuk mereka sebagai rumah tinggal sementara.

“Kalau ada lahan sekitar 3.000 meter persegi yang bisa dibeli untuk membangun rumah sementara bagi 32 KK itu akan kami upayakan. Sebab Garda Mawar ingin memberikan manfaat bagi masyarakat,” pungkasnya.

Sekjen Garda Mawar Jawa Barat Aris Tahir menambahkan melalui kegiatan perbaikan jalan ini diharapkan bisa mendekatkan Garda Mawar dengan warga yang membutuhkan bantuan.

“Semoga bermanfaat dan bisa mengangkat moral masyarakat kembali yang sempat down akibat bencana,” ujarnya.

Sementara Kepala Desa Pasirlangu Nur Awaludin Lubis menyebutkan akibat bencana longsor telah menyebabkan 82 warga sipil meninggal dunia. Serta dari pihak TNI dari total 23 personel ada 8 yang hingga kini belum ditemukan.

Dirinya mengucapkan terima kasih kepada komunitas Garda Mawar yang telah datang langsung ke Pasirlangu dan memperbaiki infrastruktur jalan di bekas longsoran. Harapan ke depan semoga bisa cepat selesai dan memberi kemanfaatan bagi masyarakat.

“Ini sebagai bentuk empati kepada kampung dan desa kami untuk pembuatan akses jalan menuju tempat mata pencaharian warga di sini,” terangnya. (*)