Aksi Sosial FPL Garda Sarimukti, Perbaiki Tujuh Rutilahu dengan Anggaran Swadaya

Sindojabar.Com – Forum Peduli Lingkungan Gerakan Muda Sarimukti (FPL-Garda Sarimukti) bisa jadi inisiator dalam aksi sosialnya.

Meski dengan anggaran swadaya dan terbatas mereka menginisiasi gerakan bedah rumah, merehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) yang ada di Desa Sarimukti, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Pasalnya target RTLH yang perlu direhabilitasi mencapai ribuan sementara anggaran yang tersedia sangat terbatas.

Mereka menyadari jika anggaran Pemerintah Daerah KBB memiliki keterbatasan. Tidak sebanding antara target RTLH yang perlu direhabilitasi dengan anggaran yang ada.

Alhasil FPL-Garda Sarimukti telah memperbaiki tujuh RTLH yang tersebar di beberapa RW di Desa Sarimukti, Kecamatan Cipatat, sejak Oktober 2024 hingga Mei 2026.

“Kami merasa terpanggil melihat kondisi rumah warga yang memprihatinkan. Bahkan ada yang sudah roboh selama bertahun-tahun, belum tersentuh bantuan perbaikan,” ungkap Ketua FPL-Garda Sarimukti, Dindin Samsudin, saat dihubungi, Kamis (25/6/2026).

Dindin mengungkapkan, gerakan ini murni berawal dari keresahan para pemuda melihat kondisi sosial di wilayah mereka. Data desa mencatat masih ada sekitar 120 hingga 150 rumah yang masuk kategori tidak layak huni.

Untuk menyiasati keterbatasan dana, pihaknya bergerak mandiri dengan menggali potensi wilayah. Mulai dari menyentuh para pengusaha lokal, pengusaha rental angkutan sampah di area TPA Sarimukti, hingga dana Corporate Social Responsibility (CSR) seperti dari perusahaan.

Teknis di lapangan, forum mengumpulkan dana dari donatur tetap setiap bulan. Setelah berjalan sekitar tiga bulan dan modal awal dirasa cukup, proses pembangunan langsung dieksekusi. Aksi sosial ini juga telah diketahui dan didukung penuh oleh kepala desa.

Rumah yang sudah diperbaiki seperti milik Abah Mukna di Kampung Cigalih, RW 02, Maman di Kampung Cinagrog RW 12, Ading di RW 03, Neni di RW 05, Wahyu di RW 09, Enem di RW 10, dan Udin di RW 2 yang saat ini sedang proses finishing.

Langkah nyata ini rupanya menarik perhatian Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim) KBB, Anni Roslianti. Ia ikut berkontribusi aktif secara konsisten menggunakan dana pribadinya untuk membantu kekurangan biaya pembangunan.

“Ibu Kadis sering menyumbangkan material bangunan dari uang pribadi, ini yang membuat kami salut. Beliau tidak berpangku tangan dengan kondisi keuangan Pemda yang minim,” imbuhnya.

Dindin menilai sosoknya pantas menjadi teladan karena kinerjanya yang tidak sekadar textbook atau berada di belakang meja. Dia tidak jaga image, tidak jaga jarak, selalu membuka ruang diskusi, dan tidak anti-kritik.

“Hal seperti ini harus diketahui masyarakat luas bahwa ada aksi nyata di luar tugas formalnya,” tambahnya.

Mengingat banyaknya program sosial yang dicanangkan selain bedah rumah, FPL-Garda Sarimukti saat ini tengah menempuh proses legalitas organisasi. Agar bisa menebar manfaat yang lebih luas lagi ke masyarakat.

“Harapannya semoga apa yang kami lakukan bisa menginisiasi pihak lain, di desa lain, untuk melakukan hal yang sama agar memberikan manfaat ke masyarakat,” tandasnya. (*)