BPJS Kesehatan Cimahi Apresiasi Faskes yang Bertransformasi Digital dan Tingkatkan Pelayanan

Sindojabar.Com – Fasilitas kesehatan (Faskes) di Cimahi dan Bandung Barat mampu meningkatkan pelayanan melalui transformasi digital.

Atas capaian itu, BPJS Kesehatan Cabang Cimahi memberikan apresiasi penghargaan bagi fasilitas kesehatan mulai dari rumah sakit, puskesmas, hingga klinik, di Kota Cimahi dan Kabupaten Bandung Barat.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Cimahi, Cecep Heri Suhendar mengatakan, dari total 22 rumah sakit yang menjadi mitra di wilayah kerjanya, sebanyak 21 di antaranya telah meraih penghargaan berperingkat bintang.

Hal tersebut menandakan bahwa seluruh fasilitas tersebut telah memenuhi standar kualitas pelayanan dan transformasi digital yang ketat tanpa adanya kesenjangan yang mencolok, baik antara rumah sakit milik pemerintah maupun swasta.

“Ada sebanyak 21 fasilitas kesehatan di Cimahi dan Bandung Barat yang telah meraih penghargaan bintang 3 hingga bintang 5 dari kantor pusat,” kata Cecep kepada wartawan usai kegiatan, Kamis (25/6/2026).

Dikatakannya salah satu perubahan paling terasa dan diapresiasi masyarakat adalah penurunan waktu tunggu pelayanan yang sangat signifikan.

Jika sebelumnya peserta sering kali harus menunggu hingga dua atau tiga jam untuk mendapatkan layanan, kini rata-rata waktu tunggu di wilayah Cimahi dan Bandung Barat berhasil dipangkas menjadi sekitar satu jam saja.

Bahkan sering kali lebih cepat yaitu 58 atau 59 menit, sesuai dengan standar yang ditetapkan Kementerian Kesehatan. Perbaikan itu terjadi berkat sinergi kuat yang terjalin erat antara BPJS Kesehatan dengan Dinas Kesehatan, Pemerintah Kota Cimahi, dan Pemerintah Kabupaten Bandung Barat.

“Waktu tunggu layanan alhamdulillah di Cimahi rata-rata KBB dan Cimahi itu kita sudah sekitar 1 jam, kadang-kadang 59, 58, dari awalnya 2 sampai 3 jam,” ucapnya.

Atas capaian itu, bahkan, Puskesmas Cililin di Bandung Barat berhasil mencatatkan prestasi istimewa sebagai juara kedua di tingkat nasional. Ini menjadi bukti nyata kualitas layanan yang tidak kalah bersaing dengan daerah lain.

“Alhamdulillah bukan hanya penghargaan lokal tapi juga nasional, salah satunya Puskesmas Cililin sudah juara 2 nasional,” ujarmya.

:: Program UHC

Selain prestasi kinerja kelembagaan yang terbaik dengan tingkat kepatuhan SDM tertinggi se-Jawa Barat, pihaknya juga telah meraih pencapaian Universal Health Coverage (UHC) yang menjamin akses kesehatan bagi sekitar 2,4 hingga 2,6 juta penduduk.

Adapun rincian penghargaan yang dibagikan menunjukkan dominasi penggunaan teknologi digital melalui fitur Antrean Online Mobile JKN. Untuk kategori Rumah Sakit Umum, RS TNI Dustira (Tipe B), RSU Kasih Bunda (Tipe C), dan RSU Baros (Tipe D) keluar sebagai pemenang utama dengan capaian antrean digital sangat tinggi.

Disusul RSIA Buah Hati Lembang untuk kategori Rumah Sakit Khusus serta Klinik Utama Kiera yang mencatatkan angka luar biasa hampir 100% pemanfaatan sistem daring.

Sementara itu, di tingkat layanan primer, Puskesmas Cililin, Klinik Pratama Al Ikhlas 1, serta sejumlah tempat praktik mandiri dokter dan dokter gigi tercatat memiliki kinerja terbaik dalam mengombinasikan kemudahan akses digital dengan volume kunjungan yang tinggi.

Pada kegiatan yang digelar di Hotel Harris Kota Bandung ini juga turut diserahkan rekonsiliasi data fasilitas kesehatan ke Pemerintah Kota Cimahi dan Pemerintah Daerah Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Ditemui di tempat yang sama Ketua Komisi IV DPRD KBB, Nur Djulaeha menilai kerja sama yang terjalin antara BPJS Kesehatan Cabang Cimahi dengan Pemda KBB dibawah pimpinan Bupati Jeje Ritchie Ismail dan Wakil Bupati Asep Ismail selama ini sangat positif dan mendukung penuh perluasan jangkauan layanan UHC.

Ia mengingatkan agar ke depannya diperkuat lagi sosialisasi dan pendampingan langsung kepada masyarakat di pelosok daerah, mengingat masih ada keluhan warga yang kesulitan menggunakan sistem pendaftaran daring sehingga urung berobat.

“Kami mencatat adanya tren peningkatan kualitas layanan yang konsisten sejak masa kepemimpinan Penjabat Bupati hingga saat ini, yang dirasakan nyata oleh masyarakat,” ucapnya.

Sedangkan Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kota Cimahi, Hendra Gunawan menyebutkan, raihan penghargaan ini menjadi indikator jelas bahwa pelayanan kesehatan di kota tersebut telah bergerak menuju taraf optimal berbasis teknologi.

Dirinya menyoroti bahwa Indeks Pembangunan Manusia (IPM) sektor kesehatan Cimahi kini berada di atas rata-rata Provinsi Jawa Barat, bahkan berhasil meraih penghargaan utama UHC Award di tingkat nasional, satu tingkat lebih tinggi dari kategori yang dicapai oleh Kabupaten Bandung Barat.

“Kami terus berkomitmen menjamin kepesertaan bagi warga kurang mampu meskipun di tengah tantangan efisiensi anggaran, demi memastikan hak dasar kesehatan tetap terpenuhi sepenuhnya,” ujarnya. (*)