Ketua PWA GNTI Jabar Pamriadi Desak Mendagri Copot Bupati Purwakarta

SindoJabar.com – Ketua Pengurus Wilayah Alumni (PWA) Gerakan Nelayan Tani Indonesia (GNTI) Jabar Pamriadi mendesak Menteri Dalam Negeri (Mendagri) segera mencopot Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein atau Om Zein dari jabatannya.

Desakan itu dilayangkan setelah heboh lagu Om Zein berjudul Lalaki Langit, Lalanang Bejad. Lagu itu dinilai merendahkan kaum perempuan dan tidak mencerminkan etika pejabat publik.

Menurut Pamriadi, kepala daerah harus menjadi contoh dalam menjaga norma kesusilaan dan kesetaraan gender.

“Kami menilai lirik dan konteks lagu Bupati Purwakarta Om Zein sudah masuk kategori pelecehan terhadap perempuan. Ini tidak bisa di toleransi. Mendagri harus tegas mencopotnya,” kata Pamriadi, Minggu (5/7/2026).

Ketua PWA GNTI Jabar menilai, perbuatan Om Zein bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila, UUD 1945, dan semangat perlindungan terhadap perempuan yang di amanatkan negara.

“Kami minta Mendagri tidak tutup mata. Jika tidak ada tindakan tegas, ini akan jadi preseden buruk bagi kepala daerah lain,” tegas Pamriadi.

Pamriadi yang juga Ketua Harian DPD Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (PA GMNI) Jabar itu juga mengajak organisasi perempuan dan masyarakat sipil di Jawa Barat bersama-sama mengawal kasus ini sampai ada keputusan dari pemerintah pusat.

Bendahara Korps Alumni KNPI Jabar tersebut berkomitmen mengawal jalannya pemerintahan yang bersih, pro-rakyat, dan menjunjung tinggi nilai kemanusiaan sesuai ajaran Bung Karno.

3 Alasan

Menurut Pamriadi, terdapat tiga alasan kuat agar Mendagri segera mencopot Bupati Purwakarta Om Zein.

Pertama, melecehkan perempuan. Konten lagu Lalaki Langit, Lalanang Bejad merendahkan martabat perempuan dan melukai rasa keadilan gender.

Kedua, mencederai etika pejabat publik. Pejabat negara seharusnya menjadi pelindung, bukan membuat karya yang menimbulkan kegaduhan.

Ketiga, mengabaikan tugas pokok. Di tengah persoalan rakyat Purwakarta, Bupati Purwakarta Om Zein mengabaikan tugas pokoknya. Tetapi justru sibuk membuat konten kontroversial.

Sementara itu, Bupati Purwakarta Om Zein menegaskan, lagu Lalaki Langit, Lalanang Bejad tidak bermaksud merendahkan kaum perempuan.

Om Zein menegaskan, lagu itu di buat berdasarkan pengalaman pribadi. Walaupun membantah merendahkan kaum perempuan, Om Zein meminta maaf kepada pihak-pihak yang merasa tidak nyaman dengan lagu tersebut.

“Maaf jika ada pihak merasa tidak nyaman dengan lirik lagu itu. Namun tidak bermaksud menyinggung pihak tertentu. Itu murni cerita tentang diri saya sendiri,” kata Bupati Purwakarta kepada wartawan melalui pesan singkat, Kamis (2/7/2026).