SindoJabar.com – Tokoh sepak bola nasional Mochamad Iriawan yang akrab disapa Iwan Bule, sukses menunaikan nazar untuk memberangkatkan tiga bobotoh umrah ke Tanah Suci Makkah.
Iwan Purnama (46), Iwan Kristian (39), dan Iwan Riki Saputra (32), tiga bobotoh beruntung itu menangis haru sekaligus bahagia di depan Kakbah. Mereka pun memanjatkan doa terbaik untuk Iwan Bule dan keluarga.
Tiga bobotoh itu telah kembali menginjak kaki di Bumi Pasundan pada Minggu (5/7/2026). Mereka membawa sejuta cerita spiritual dari Tanah Suci Makkah. Keberangkatan umrah mereka bukanlah perjalanan biasa, melainkan buah dari nazar Iwan Bule.
Iwan Purnama menceritakan, sehari sebelum berangkat ke Arab Saudi, sempat merasa yang dialaminya hanya angan-angan.
“Labaik Allohumma labaik. Ya Robb, jika ini hanya mimpi, tolong jangan bangunkan hamba. Sampai hamba benar-benar menikmati jamuan-Mu di sana,” kata bobotoh asal Cimahi itu lirih.
Setibanya di Tanah Suci bersama rombongan Qiblat Tour, Iwan Purnama, Iwan Kristian, dan Iwan Riki Saputra, langsung melaksanakan rangkaian ibadah umrah.
Melalui potongan video yang mereka bagikan di media sosial, gumpalan emosi tak lagi terbendung.
Mata ketiga bobotoh itu tampak berkaca-kaca, memerah menahan haru saat melihat langsung bangunan suci Kakbah.
Bagi mereka, berdiri di pelataran Masjidil Haram layaknya sebuah keajaiban yang nyata.
“Sampai kaki ini menyentuh lantai masjid, saya masih bertanya-tanya, apakah pedagang UMKM kecil seperti saya ini benar-benar bisa sampai di sini?” ujar Iwan Kristian.
Ketuk Pintu Rezeki
“Semua karena kebaikan Pak Iwan Bule yang mengetuk pintu rezeki kami, yang membuat kami di Baitullah ini,” ujar Iwan Kristian
Rasa tidak percaya serupa juga diungkapkan oleh Iwan Riki Saputra. Pria asal Bandung itu mengaku tidak pernah membayangkan terpilih dan diberangkatkan ke Tanah Suci Makkah secara cuma-cuma oleh mantan Ketua Umum PSSI tersebut.
“Kami ini hanya orang kecil, penonton di tribun. Bapak Iwan Bule memuliakan kami dengan memberangkatkan kami umrah tanpa melihat latar belakang kami,” tutur Iwan Riki.
Di depan Baitullah, fokus ibadah mereka tidak hanya tertuju pada diri sendiri. Ketiganya secara khusus meluangkan waktu memanjatkan doa terbaik untuk Mochamad Iriawan bin Mochamad Saleh.
Mereka mendoakan agar pria yang akrab di sapa Iwan Bule itu senantiasa diberikan kesehatan, berkah, dan perlindungan dalam setiap langkah hidupnya.
“Tidak ada balasan yang mampu kami berikan selain doa. Di depan Kakbah kami memohon kepada Allah SWT agar Bapak Iwan Bule beserta keluarga selalu di berikan kesehatan, keselamatan. Umur yang berkah, kemudahan dalam setiap urusan, dan selalu berada dalam lindungan-Nya,” ujar Iwan Riki.
Seusai menyelesaikan seluruh rukun umrah, perjalanan spiritual ketiga Bobotoh ini berlanjut dengan menyusuri jejak sejarah Islam.
Mereka bertandang ke Museum Wahyu dan melakukan napak tilas ke Gua Hira, tempat pertama kali ayat-ayat suci Alquran di turunkan kepada Nabi Muhammad SAW.
Kota Suci Madinah
Setelah menghabiskan beberapa hari yang syahdu di Makkah, perjalanan beralih menuju kota suci Madinah.
Di kota Nabi ini, mereka memusatkan ibadah di Masjid Nabawi, bersujud di tempat-tempat mustajab, hingga menyapa Rasulullah SAW secara langsung dari depan makam mulia beliau, sebelum akhirnya menyambangi Masjid Quba.
Sebagai pencinta sepak bola sejati, identitas mereka sebagai pendukung Persib Bandung tidak lantas di tinggalkan.
Berbagai aksesori khas klub berjuluk Maung Bandung itu, dari bendera, cinderamata, hingga jersi kebanggaan, sengaja di bentangkan saat berswafoto di sana.
Di tempat-tempat makbul itu pula, doa untuk kejayaan Persib agar sukses berbicara di level Asia.
Keberangkatan tiga ‘Iwan’ ini sebenarnya merupakan penunaian nazar dari Iwan Bule. Ibadah umrah itu menjadi bentuk rasa syukur atas kelancaran pernikahan putranya Iptu Syahbana Bisma Iriawan dengan Amanda Odelia yang di gelar pada Sabtu, 23 Mei 2026 lalu.
Momen bahagia keluarga Iwan Bule tersebut kian sempurna karena bertepatan dengan momentum bersejarah bagi sepak bola Jawa Barat.
Saat yang bersamaan, Persib Bandung secara sukses menorehkan tinta emas melalui pencapaian hattrick juara Liga Indonesia secara beruntun.
Menariknya, proses pemilihan ketiga bobotoh ini di lakukan secara acak dan organik. Iwan Bule memilih langsung para pemenang melalui media sosial Instagram pribadinya.
Syarat Unik Wajib Bernama Iwan
Usai mengucap nazar, Iwan Bule menyaring para pengikutnya yang merupakan bobotoh tulen dengan satu syarat unik, wajib memiliki nama depan yang sama dengannya, yakni “Iwan”.
Program pemberangkatan umrah ini bukan sekadar hadiah. Di baliknya tersimpan nilai tentang rasa syukur, kepedulian. Serta semangat berbagi kebahagiaan kepada masyarakat, khususnya bobotoh setia mendukung Persib dalam setiap perjalanannya.
“Saya hanya ingin berbagi rasa syukur. Persib juara adalah kebahagiaan seluruh bobotoh. Saya berharap kebahagiaan itu juga menjadi jalan hadirnya keberkahan bagi mereka yang mendapat kesempatan beribadah ke Tanah Suci,” kata Iwan Bule.
“Mohon doa agar Persib terus berprestasi. Masyarakat Jawa Barat selalu di berikan keberkahan, dan keluarga kami senantiasa di berikan kesehatan serta perlindungan Allah SWT,” ujarnya.






