SindoJabar.com – Kecelakaan maut terjadi di jalur pantai utara (pantura) Indramayu, tepatnya di Desa Kiajaran Kulon, Kecamatan Lohbener, Minggu (12/7/2026) sekitar pukul 12.30 WIB. Peristiwa itu menyebabkan sepuluh orang tewas, dua luka berat, dan enam luka ringan.
Kasatlantas Polres Indramayu AKP Undang Syarif Hidayat mengatakan, kecelakaan melibatkan pikap Gran Max yang mengangkut 17 penumpang, truk Mitsubishi losbak, dan truk wing box.
Kronologi kejadian, kata Kasatlantas, berawal saat pikap Grand Max setelah mengantarkan 17 penumpang menghadiri acara pernikahan, hendak kembali ke Lelea.
“Saat mau memutar arah, Gran Max tertabrak belakang oleh kendaraan truk wing box. Akibatnya, pika terdorong ke depan. Kemudian, pikap Gran Max tertabrak truk Mitsubishi losbak yang melaju dari arah berlawanan,” kata Kasatlantas.
Akibatnya, ujar AKP Undang, tiga orang meninggal di tempat kejadian perkara (TKP) dan tujuh meninggal saat menjalani perawatan di rumah sakit. Jadi total 10 orang tewas. Sedangkan luka berat dua orang dan enam luka ringan.
Kendaraan yang terlibat kecelakaan, ujar AKP Undang, telah diamankan sebagai barang bukti.
“Baik truk wing box, maupun Mitsubishi losbak, termasuk Grand Max sudah kami amankan di Pos Lantas Polres Indramayu,” ujar AKP Undang.
Sopir Gran Max Luka Berat
Sedangkan para sopir truk wing box dan Mitsubishi telah diamankan di Mako Polres Indramayu. Sementara, sopir Gran Max luka berat sehingga menjalani perawatan intensif di rumah sakit.
Di mobil pikup Grand Max itu ada jumlah 17 penumpang dan 1 sopir. Jadi total 18. “Sopir Gran Max dan penumpang yang luka-luka di rawat di Rumah Sakit Bhayangkara Losarang Indramayu dan Rumah Sakit Mitra Plumbon,” tutur Kasatlantas.
Di tanya tentang dugaan kelalaian sebagai penyebab kecelakaan, AKP Undang mengatakan, untuk memastikan penyebab Satlantas Polres Indramayu akan melakukan penyelidikan.
“Nah untuk itu (dugaan kelalaian) mungkin besok tim TAA ( Traffic Accident Analysis) Polda Jabar akan melaksanakan (olah TKP) dan penyelidikan,” ucap AKP Undang.
Kasatlantas mengimbau masyarakat Indramayu untuk tidak lagi menggunakan kendaraan pikap untuk bepergian. Sebab, pikap itu bukan spesifikasi untuk membawa penumpang.
“Saya harapkan masyarakat Indramayu khususnya, apabila mau bepergian atau mau berwisata dan segala macamnya, jangan menggunakan kendaraan bak terbuka. Karena, itu bukan peruntukannya,” ujar Kasatlantas.






