Sindojabar.com – Ribuan jamaah memadati Masjid Alwafa di Katapang, Kabupaten Bandung, Sabtu (11/7/2026) usai Salat Zuhur, untuk mengikuti Tablig Akbar yang menjadi penanda dimulainya pengajian rutin bulanan Majelis Dzikir Alwafa.
Antusiasme jamaah terlihat dari penuhnya area Masjid Alwafa sejak sebelum acara dimulai. Jamaah terus berdatangan hingga memenuhi ruang utama masjid, serambi, dan halaman untuk mengikuti seluruh rangkaian Tablig Akbar dengan khidmat.
Kegiatan tersebut dihadiri Camat Katapang Rahmat Hidayat, Kepala Desa Sukamukti Agus Tajudin, serta menghadirkan penceramah nasional Mamah Dedeh yang menyampaikan tausiyah bertema “Rumah Tangga Tanpa Prahara.”
Baca Juga: Serap Aspirasi Muslimat NU, Jenal Aripin Dorong Kolaborasi Ulama dan Wakil Rakyat
Ketua Majelis Dzikir Alwafa Ustaz Acep Syauqi, didampingi Maulana Aziz dan Ketua DKM Masjid Alwafa Ustaz Atay Rosyidin mengatakan, pengajian rutin bulanan digelar sebagai ikhtiar membangun ukhuwah Islamiyah sekaligus meningkatkan pemahaman keagamaan masyarakat.
“Kami berharap pengajian rutin ini menjadi wadah untuk mempererat silaturahmi warga Komplek Permata Sukamukti dan seluruh jamaah Majelis Dzikir Alwafa. Lebih dari itu, kegiatan ini diharapkan mampu menambah wawasan keislaman sehingga dapat diamalkan dalam kehidupan sehari-hari sesuai tuntunan Allah SWT dan Rasulullah SAW,” ujar Ustaz Acep.
Camat Katapang Rahmat Hidayat mengapresiasi terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, pengajian rutin seperti ini menjadi sarana memperkuat kebersamaan sekaligus membangun masyarakat yang religius dan harmonis.
“Pemerintah Kecamatan Katapang mendukung kegiatan keagamaan yang mampu mempererat persaudaraan, memperkuat nilai-nilai keislaman, serta menjaga kerukunan di tengah masyarakat,” kata Rahmat.
Baca Juga: Maknai Ibadah Qurban, Hj. Ratnawati Tekankan Pentingnya Peran Perempuan dalam Keluarga
Senada dengan itu, Kepala Desa Sukamukti Agus Tajudin berharap pengajian rutin Majelis Dzikir Alwafa dapat terus berlangsung dan memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat.
“Semoga kegiatan ini menjadi media untuk memperkuat silaturahmi, meningkatkan keimanan, serta mengajak masyarakat bersama-sama membangun lingkungan yang religius, rukun, dan penuh kepedulian,” ujar Agus.
Dalam tausiyahnya, Mamah Dedeh menegaskan bahwa keharmonisan rumah tangga bukan berarti tanpa persoalan. Menurutnya, setiap keluarga pasti diuji, namun Islam telah memberikan jalan keluar agar setiap masalah dapat diselesaikan dengan bijaksana.
“Rumah tangga tanpa prahara bukan berarti tidak pernah menghadapi masalah. Yang terpenting adalah bagaimana suami dan istri mengedepankan ketakwaan kepada Allah SWT, membuang ego, saling memaafkan, memperbaiki komunikasi, serta selalu introspeksi diri. Jangan sibuk mencari kesalahan pasangan, tetapi perbaiki diri masing-masing agar rumah tangga tetap sakinah, mawaddah, wa rahmah,” tutur Mamah Dedeh.
Suasana pengajian berlangsung khidmat dan penuh kekhusyukan. Ribuan jamaah mengikuti seluruh rangkaian acara hingga selesai. Pengurus Majelis Dzikir Alwafa berharap pengajian rutin bulanan ini dapat terus menjadi sarana dakwah yang memperkuat ukhuwah Islamiyah serta menghadirkan manfaat bagi masyarakat Kabupaten Bandung. (dsp)






