SindoJabar, BANDUNG – Kapolrestabes Bandung menegaskan siap menjaga setiap jengkal wilayah Kota Bandung dengan menempatkan personel Polri untuk menjaga keamanan masyarakat.
Penegaskan itu disampaikan Kapolrestabes Bandung terkait Kota Bandung tengah menjadi sorotan karena maraknya aksi kejahatan jalanan. Seperti begal, penjambretan, dan curanmor. Peristiwa itu viral di media sosial (medsos).
Bahkan ada yang menyebut Bandung darurat begal dan Bandung Gotham City. Sehingga, masyarakat resah. Bahkan sejumlah akun medsos mengunggah peta zona rawan begal sejumlah wilayah di Bandung.
Kawasan Bandung Utara masuk kawasan hijau, seperti, Dago Atas, Ciumbuleuit, dan Sarijadi. Sedangkan Cimindi (arah perbatasan Kota Cimahi), Kiaracondong (Binong), Bandung Tengah, Buahbatu, dan Arcamanik masuk zona kuning.
Kemudian, kawasan Jalan Soekarno-Hatta, Gedebage, Cibiru, Ujungberung, Rancamanyar, dan Baleendah diberi warna oranye.
Sedangkan zona paling rawan atau merah meliputi Flyover Kopo, Babakan Ciparay, BKR-Regol, Cikawao, dan Terusan Jalan Jakarta-Antapani.
Dalam peta tersebut juga dicantumkan keterangan bahwa jam rawan aksi begal antara pukul 00.00 hingga 04.00 WIB.
Narasi yang menyertai peta menyebut mayoritas aksi pelaku terjadi pada dini hari dengan sasaran pengendara yang melintas sendirian, berhenti di lokasi sepi, atau sedang fokus menggunakan telepon seluler.
Di bagian bawah peta juga terdapat slogan bertuliskan, “Lebih Baik Mencegah Daripada Menjadi Korban.”
Peta Zona Rawan Begal Hoaks
Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Dedi Supriyadi mengatakan, peta zona rawan begal yang beredar di medsos itu hoaks.
“Saya akan sepenuhnya menjaga Kota Bandung. Jaga setiap jengkal wilayah Kota Bandung dengan menghadirkan Polri di tengah-tengah masyarakat untuk menjamin rasa aman,” kata Kapolrestabes Bandung, Selasa (21/7/2026).
Kombes Dedi membuktikan komitmen itu dengan pengungkapan kasus begal sebulan terakhir. Dalam rentang waktu 1 Juli 2026 sampai 21 Juli 2026, Polrestabes Bandung dan polsek jajaran berhasil mengungkap 15 kasus begal.
Dari kasus itu, polisi menangkap 19 pelaku begal dan kejahatan jalanan lainnya.
“Dari ke-15 kasus tersebut, kami mengamankan 19 pelaku dengan barang bukti senjata tajam dan 11 unit kendaraan bermotor hasil kejahatan,” ujar Kombes Dedi.
Kapolrestabes menuturkan, tidak semua informasi yang beredar di medsos murni aksi kejahatan jalanan. Beberapa di antaranya hoaks setelah petugas melakukan verifikasi dan pengecekan.
“Masyarakat melaporkan tentang kejahatan jalanan di medsos, tidak semua mengandung nilai kebenaran,” tutur Kapolrestabes.
Contohnya, kata Kombes Dedi, beberapa waktu lalu ada kecelakaan, ada kecelakaan laka tunggal remaja. Motornya rusak dan korban mengalami luka-luka ringan. “Tapi korban enggan pulang ke rumah dan mengaku jadi korban begal,” ucap Kombes Dedi.
Saat ini Kota Bandung, ujar Kapolrestabes, aman dan kondusif. “Kami imbau masyarakat Kota Bandung dan yang akan berlibur ke Bandung, tidak perlu resah dan cemas,” ujar Kapolrestabes.






