SindoJabar, BANDUNG – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mendesak Polres Purwakarta segera menangkap pelaku pembunuhan terhadap korban Sumarna (40), satpam di kawasan Tanggul Kayat, Waduk Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta.
Desakan disampaikan Dedi setelah bertemu dengan keluarga korban. Dari pertemuan itu, keluarga menyatakan da dugaan pembunuhan di balik kematian korban Sumarna.
“Yang pertama, pagi saya bertemu dengan keluarga korban ya. Keluarga menduga almarhum menjadi korban pembunuhan,” kata Gubernur jabar kepada wartawan di Polres Purwakarta, Senin (27/7/2026).
Dedi juga bertemu dengan Kasatreskrim Polres Purwakarta untuk menanyakan perkembangan penyelidikan kasus tersebut.
“Kami meminta agar kasus ini segera terungkap. Pelaku yang melakukan pembunuhan terhadap korban segera tertangkap. Karena ini menyangkut rasa aman masyarakat Jawa Barat,” ujar Dedi.
Gubernur menuturkan, memberikan dukungan kepada penegak hukum untuk menuntaskan berbagai kasus di Jawa Barat.
Dedi mengaku heran dengan Perum Jasa Tirta (PJT) di Waduk Jatiluhur yang tidak memasang kamera CCTV, termasuk ruangan command center untuk melakukan pengawasan selama 24 jam.
Tangan Terborgol
Karena itu, tutur Gubernur, PJT harus segera melakukan evaluasi dan membuat command center memantau kawasan Waduk Jatiluhur.
Sebelumnya, seorang satpam berinisial A (Sumarna) tewas dengan kedua tangan terborgol di perairan Tanggul Kayat, Waduk Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta, Jumat (24/7/2026).
Korban pertama kali di temukan oleh rekannya di waduk tersebut. Sebelumnya, rekan kerja sempat sempat mencari korban karena sejak dini hari tidak dapat di hubungi.
“Saat di evakuasi, korban dalam posisi telungkup di perairan (Waduk Jatiluhur). Petugas juga mendapati kedua tangan korban terborgol ke belakang,” kata Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Hendra Rochmawan, Sabtu (25/7/2026).






