Identitas Korban Kecelakaan Beruntun 10 Kendaraan di Leuwipanjang Bandung

SindoJabar, BANDUNG – Kecelakaan lalu lintas beruntun di kawasan Leuwipanjang, Jalan Soekarno-Hatta depan Griya Yogya, Kelurahan Kebonlega, Kecamatan Bojongloa Kidul, Kota Bandung, Rabu (29/7/2026) sekitar pukul 12.15 WIB, menewaskan seorang perempuan pengendara sepeda.

Peristiwa ini juga menyebabkan satu orang luka berat. Korban tewas dibawa ke RS Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Sedangkan korban luka berat menjalani perawatan di RS Immanuel Bandung.

Petugas Unit Penegakan Hukum (Gakkum) Satlantas Polrestabes Bandung telah selesai melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di lokasi kejadian.

Korban meninggal berinisial WPD. Sementara identitas korban luka berat, Bambang Rudianto, pedagang bakso tahu atau siomay.

Kasatlantas Polrestabes Bandung AKBP AH Hudi Arif melalui Kanit Gakkum AKP Fiekry Adi Perdana mengatakan, kecelakaan beruntun ini melibatkan sepuluh kendaraan. Terdiri atas, truk, mobil minibus, motor, dan sepeda.

“Selain itu, peristiwa ini juga menyebabkan dua gerobak pedagang siomay dan bakso malang rusak parah,” kata Kanit Gakkum.

Berdasarkan pendataan petugas, kendaraan yang terlibat antara lain, truk gas elpiji D 8769 UA yang dikendarai Agus Suryatna (45), warga Blok Pamarun RT 002/001, Desa Jatipamo, Kecamatan Panyingkiran, Majalengka.

Lalu, minibus Daihatsu Sigra D 1839 YVY dan Daihatsu Sigra D 1178 AIB. Toyota Calya D 1105 AFI, Daihatsu Sigra D 1129 ALR.

Kemudian, motor Honda Beat D 2904 ZGB, Honda Vario D 6719 UCO, Yamaha Mio D 2878 HV, dan Honda Brio D 1654 UY, serta satu sepeda.

Kronologi Kejadian

AKP Fiekry menjelaskan, kronologi kejadian berawal saat truk pengangkut gas elpiji D 8769 UA yang di kemudikan Agus Suryatna melaju dari arah timur ke barat.

“Saat tiba di TKP depan Griya Yogya, sopir truk mengalami microsleep. Truk melaju oleng hingga menabrak kendaraan yang sedang terparkir dan pesepeda WDP hingga terseret beberapa meter,” ujar AKP Fiekry.

Kanit Gakkum menuturkan, hasil penyelidikan sementara, keterangan saksi dan olah TKP, sopir truk gas elpiji Agus Suryatna mengaku mengalami microsleep.

“Dugaan sementara, penyebab kecelakaan ini human error. Pengemudi truk alpiji di duga mengalami microsleep,” tutur Kanit Gakkum.

AKP Fiekry mengatakan, sebagai tindak lanjut atas kasus kecelakaan ini, petugas Unit Gakkum Satlantas mengamankan seluruh kendaraan yang terlibat.

“Petugas juga memeriksa sopir truk elpiji Agus Suryatna dan meminta keterangan dari sejumlah saksi,” ujar AKP Fiekry.