Sindojabar, Bandung – Bank Indonesia (BI) Provinsi Jawa Barat memperkuat literasi ekonomi, keuangan, dan pembayaran digital melalui Pages & Plates Festival 2026 sebagai upaya membangun masyarakat yang semakin cerdas, adaptif, dan siap menghadapi perkembangan teknologi.
Festival yang digelar di Bikasoga Sport Center, Kota Bandung, Senin (3/8), menjadi wadah kolaborasi antara literasi, ekonomi kreatif, UMKM, dan edukasi kebanksentralan yang dikemas dalam konsep interaktif.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat, Junanto Herdiawan, menegaskan bahwa literasi tidak hanya berkaitan dengan kebiasaan membaca, tetapi juga mencakup pemahaman masyarakat terhadap ekonomi, keuangan, serta sistem pembayaran digital yang kini menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.
“Melalui Pages & Plates Festival 2026, kami ingin menghadirkan ruang belajar yang lebih dekat, interaktif, dan menyenangkan bagi masyarakat,” ujar Junanto saat Opening Ceremony Pages & Plates Festival 2026 yang bersinergi dengan Big Bad Wolf 2026.
Baca Lagi Asia Afrika Festival 2025: Jembatan Dunia Lewat Diplomasi Budaya
Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat menghadirkan festival tersebut melalui kolaborasi dengan Pemerintah Kota Bandung melalui Dinas Arsip dan Perpustakaan Kota Bandung. Kegiatan ini berlangsung bersamaan dengan Big Bad Wolf 2026 yang dikenal sebagai salah satu pameran buku internasional yang mendorong budaya literasi di berbagai negara, termasuk Indonesia.
Kolaborasi tersebut menghadirkan pengalaman baru bagi masyarakat dengan menggabungkan pameran buku, ruang kreatif, panggung hiburan, area kuliner, promosi UMKM, hingga berbagai program edukasi ekonomi dan kebanksentralan dalam satu kawasan festival.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mengapresiasi sinergi yang dibangun antara Pemerintah Kota Bandung, Bank Indonesia, dan berbagai mitra dalam memperkuat budaya literasi sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif.
“Kolaborasi ini tidak hanya meningkatkan minat baca masyarakat, tetapi juga membuka ruang lahirnya ide, karya, dan inovasi yang mampu memperkuat daya saing Kota Bandung. Kehadiran Big Bad Wolf untuk pertama kalinya di Bandung juga dinilai menjadi momentum penting untuk menggerakkan ekosistem literasi dan industri kreatif,”ungkapnya
Selama festival berlangsung, Bank Indonesia menghadirkan Booth Literasi yang menyediakan koleksi buku gratis untuk dibaca pengunjung, permainan interaktif mengenai kebanksentralan, edukasi Cinta, Bangga, Paham (CBP) Rupiah, QRIS Experience, hingga edukasi keamanan transaksi digital. Seluruh materi disampaikan dengan pendekatan yang ringan dan interaktif agar mudah dipahami seluruh kalangan.
Bank Indonesia bersama Pemerintah Kota Bandung juga menyelenggarakan berbagai kegiatan edukatif di panggung utama, seperti talkshow bertema “Berani Menulis di Tengah Bisingnya Dunia Digital” pada 8 Agustus 2026, sesi edukasi QRIS dan CBP Rupiah, storytelling, workshop kreatif anak, stand-up comedy, hingga pertunjukan musik akustik.
Junanto menegaskan bahwa budaya membaca perlu berjalan seiring dengan kemampuan masyarakat memahami perkembangan ekonomi dan teknologi digital.
“Kami berharap festival ini dapat menjadi ruang yang menginspirasi masyarakat untuk semakin gemar membaca, berani berkarya, mendukung produk lokal, sekaligus semakin memahami peran Bank Indonesia, pentingnya menjaga Rupiah, serta memanfaatkan sistem pembayaran digital secara aman dan bijak,” katanya.
Sebagai bagian dari penguatan ekosistem pembayaran digital, seluruh transaksi di area festival menggunakan QRIS. Melalui pengalaman bertransaksi secara langsung, Bank Indonesia berharap masyarakat semakin terbiasa menggunakan sistem pembayaran digital yang cepat, mudah, aman, dan efisien.
Melalui Pages & Plates Festival 2026, Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat menegaskan komitmennya untuk terus memperluas literasi ekonomi, keuangan, dan digital sekaligus memperkuat ekosistem ekonomi kreatif melalui sinergi bersama pemerintah daerah dan berbagai mitra strategis di Jawa Barat.






