INFOBAIK I BANDUNG,- Perekonomian Jawa Barat menunjukkan performa impresif pada triwulan IV 2025. Pertumbuhan ekonomi provinsi dengan jumlah penduduk terbesar di Indonesia itu tercatat mencapai 5,85 persen secara year on year (yoy), meningkat dibandingkan triwulan sebelumnya yang sebesar 5,19 persen (yoy).
Capaian tersebut juga melampaui pertumbuhan ekonomi nasional yang berada di angka 5,39 persen (yoy), menegaskan posisi Jawa Barat sebagai salah satu motor penggerak ekonomi nasional.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jawa Barat, Junanto Herdiawan mengatakan, pertumbuhan ekonomi pada akhir 2025 didorong meningkatnya aktivitas masyarakat selama momentum Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Natal dan Tahun Baru 2026.
“Peningkatan permintaan domestik seiring meningkatnya aktivitas dan mobilitas masyarakat menjadi faktor utama yang mendorong pertumbuhan ekonomi Jawa Barat pada triwulan IV 2025,” ujar Junanto, Senin (18/5/2026).
Dari sisi pengeluaran, konsumsi rumah tangga menjadi kontributor terbesar terhadap pertumbuhan ekonomi Jawa Barat. Selain itu, investasi dan konsumsi pemerintah juga memberikan dorongan signifikan terhadap laju pertumbuhan.
Sementara dari sisi lapangan usaha, sektor Industri Pengolahan masih menjadi tulang punggung ekonomi Jawa Barat. Selain itu, sektor transportasi, konstruksi, serta informasi dan komunikasi juga mencatatkan pertumbuhan positif seiring meningkatnya aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat.
Junanto menjelaskan, secara keseluruhan sepanjang tahun 2025, ekonomi Jawa Barat tumbuh sebesar 5,32 persen (yoy). Angka tersebut meningkat dibandingkan tahun 2024 yang tercatat sebesar 4,95 persen (yoy).
Tak hanya itu, capaian tersebut juga lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional tahun 2025 yang berada di level 5,11 persen (yoy).
Menurutnya, kinerja positif tersebut tidak lepas dari meningkatnya realisasi investasi, baik Penanaman Modal Asing (PMA) maupun Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN), yang turut mendorong pertumbuhan pada komponen Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB).
Peningkatan investasi tersebut dinilai menjadi sinyal positif bagi iklim usaha di Jawa Barat. Dengan dukungan sektor industri manufaktur yang kuat, infrastruktur yang terus berkembang, serta tingginya konsumsi domestik, Jawa Barat diproyeksikan tetap menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi nasional pada 2026.






