Sindojabar, Bekasi – Kecap produksi Jawa Barat mulai menembus pasar Eropa setelah PT Oishii Food Indonesia melakukan ekspor perdana ke Belanda senilai USD51.550 atau sekitar Rp900 juta.
Perusahaan mengirim satu kontainer berisi 2.900 boks atau setara 26.880 botol Kecap Oishii dari Kabupaten Bekasi, Senin
(24/8/2026).
Baca Lagi Kopi Jawa Barat Tembus Eropa, Java Halu Ekspor 26 Ton Senilai USD250 Ribu
Ekspor tersebut menandai tindak lanjut kerja sama bisnis yang bermula dari program business matching Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2025. Melalui program tersebut, PT Oishii Food Indonesia bertemu dengan InterAromat, buyer asal Belanda, hingga akhirnya menghasilkan transaksi ekspor perdana.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat Junanto Herdiawan mengatakan proses ekspor UMKM membutuhkan tahapan yang berkesinambungan. Menurutnya, pelaku usaha perlu memperkuat kapasitas produksi sekaligus memperluas akses pasar dan membangun sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan.
“Keberhasilan ekspor UMKM membutuhkan tahapan yang berkesinambungan, dari penguatan kapasitas, perluasan akses pasar, serta sinergi seluruh pemangku kepentingan untuk mempertemukan produk unggulan dengan pasar yang tepat,” kata Junanto
Junanto menjelaskan pertemuan PT Oishii Food Indonesia dengan buyer Belanda terjadi dalam KKI 2025. Setelah pertemuan tersebut, kedua pihak menjalani proses komunikasi dan pengembangan produk selama sekitar satu tahun hingga mencapai kesepakatan ekspor.
“Ini salah satu contoh kisah sukses UMKM di Jawa Barat. Tahun lalu bertemu di business matching, kemudian selama setahun mereka saling berhubungan, meningkatkan produk dan melakukan riset. Ternyata cocok dan akhirnya hari ini berangkat ke Belanda,” ujarnya.
PT Oishii Food Indonesia sebelumnya menggunakan nama CV Ikapeksi Agro Industri. Perusahaan kemudian meningkatkan status badan usahanya menjadi perseroan terbatas sebagai bagian dari proses pengembangan dan peningkatan kapasitas bisnis.
Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan mengapresiasi dukungan berbagai pihak yang membantu PT Oishii Food Indonesia hingga mampu merealisasikan ekspor ke Belanda.
Erwan menegaskan produk kecap tersebut menggunakan bahan baku lokal. Kedelai berasal dari Bandung, gula berasal dari Jawa Tengah, sedangkan rempah-rempah berasal dari Jawa Barat.
“Alhamdulillah semua bahan baku untuk kecap ini dari dalam negeri. Kedelainya dari Bandung, gulanya dari Jawa Tengah, serta rempah-rempahnya lokal dari Jawa Barat. Tidak ada bahan baku impor,” kata Erwan.
Erwan berharap ekspor perdana tersebut membuka jalan bagi Kecap Oishii untuk memperluas pasar ke negara lain.
“Insyaallah kita akan kembangkan terus sehingga bukan hanya ke Belanda, tapi ke belahan benua lainnya di dunia,” ujarnya.
Menurut Erwan, pembukaan akses pasar menjadi salah satu kunci pengembangan UMKM. Pemerintah daerah bersama Bank Indonesia dan berbagai lembaga terkait akan terus mendorong pelaku usaha agar mampu menjangkau pasar internasional.
“Yang paling penting adalah membuka akses pasar. Hari ini kita buktikan bahwa membangun UMKM tidak bisa sendiri, tetapi membutuhkan kolaborasi,” katanya.
Sementara itu, Direktur PT Oishii Food Indonesia, Nurjannah Dongoran
menjelaskan perusahaan menghadapi tantangan saat menyesuaikan formulasi kecap dengan selera konsumen Belanda.
Perusahaan melakukan beberapa kali pengujian sampel sebelum buyer menerima formula yang ditawarkan.
“Kami sedikit mendapat tantangan karena membuat formulasi yang berbeda dari produk yang biasa kami produksi. Kami melakukan sampel beberapa kali dan ketika sampel kedua, alhamdulillah formulasi kami sudah bisa diterima,” ujarnya.
Perusahaan mengirim satu kontainer berukuran 20 kaki dengan muatan sekitar 20 ton dalam ekspor perdana ke Belanda tersebut. Kecap yang dikirim memiliki lima varian cita rasa dan tersedia dalam ukuran 350 mililiter serta 1 liter.
Berbeda dengan produk yang beredar di pasar domestik, perusahaan menyesuaikan formula Kecap Oishii untuk memenuhi permintaan konsumen Belanda. Produk ekspor tersebut juga menggunakan rempah yang menjadi bagian dari karakter rasa yang diminati pasar tujuan.
PT Oishii Food Indonesia juga telah memiliki pengalaman ekspor ke Arab Saudi. Perusahaan menyebut telah mengirim sekitar enam kontainer ke negara tersebut dan terus menjaga konsistensi pasokan.
Perusahaan berharap pasar Belanda dapat berkembang menjadi pasar ekspor berkelanjutan. Selain mempertahankan produk yang sudah diterima buyer, perusahaan juga menyiapkan pengembangan produk lain sesuai kebutuhan pasar internasional.
Dari sisi produksi, perusahaan saat ini mampu mengerjakan sekitar satu kontainer per bulan dengan kapasitas sekitar 20-23 ton. Tantangan berikutnya adalah memperluas pasar agar kapasitas produksi tersebut dapat terserap secara konsisten.
Perluasan pasar juga berpotensi meningkatkan penyerapan bahan baku lokal. Perusahaan berharap peningkatan permintaan dapat mendorong lebih banyak petani menanam dan memasok kedelai lokal.
Pengembangan bisnis tersebut sekaligus membuka peluang penyerapan tenaga kerja.
“PT Oishii Food Indonesia mengandalkan tim yang mayoritas berasal dari kalangan muda dan dapat menambah tenaga kerja harian ketika mendapatkan proyek dengan kebutuhan produksi lebih besar,”jelasnya
Deputi Bidang Usaha Menengah Kementerian UMKM RI Bagus Rachman mengatakan pemerintah terus mendorong UMKM agar naik kelas melalui penguatan kapasitas dan daya saing.
“Kementerian UMKM RI memiliki berbagai program untuk mendorong para pelaku UMKM agar terus naik kelas. Ke depan, sinergi dan kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk Bank Indonesia, akan terus diperkuat,” kata Bagus.
Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat sebelumnya memberikan sejumlah fasilitasi kepada PT Oishii Food Indonesia, antara lain melalui Rolling Exhibition Osaka Export, Karya Kreatif Jawa Barat, Karya Kreatif Indonesia, serta business matching KKI 2025.
Rangkaian fasilitasi tersebut mempertemukan produk lokal dengan calon pembeli dari luar negeri hingga menghasilkan transaksi konkret. Ekspor perdana Kecap Oishii ke Belanda kini menjadi salah satu contoh bagaimana pengembangan UMKM dapat berlanjut dari promosi produk menuju realisasi perdagangan internasional.
Ke depan, PT Oishii Food Indonesia menargetkan peningkatan kapasitas produksi sekaligus perluasan pasar. Perusahaan juga akan menjaga kualitas, konsistensi pasokan, serta mengembangkan produk sesuai kebutuhan konsumen di negara tujuan.
Bank Indonesia Jawa Barat berharap keberhasilan tersebut mendorong lebih banyak UMKM di Jawa Barat untuk mengikuti jejak PT Oishii Food Indonesia dengan memperkuat kapasitas produksi, membangun jejaring bisnis, dan memanfaatkan peluang pasar global.






