Sindojabar, Bandung – PT Kereta Api Indonesia (KAI) mempercepat transformasi kawasan Kiaracondong, Kota Bandung, menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru melalui pengembangan kawasan berbasis Transit Oriented Development (TOD) yang mengintegrasikan transportasi publik, hunian, pusat bisnis, pusat riset, hingga kawasan perkantoran.
Langkah tersebut mempertegas peran PT KAI dalam mengoptimalkan aset perusahaan sekaligus mendorong pembangunan perkotaan yang berkelanjutan.
Baca Lagi Sediakan 287 Ribu Kursi, KAI Daop 2 Pastikan Layanan Aman dan Nyaman Saat Nataru
PT KAI menyiapkan lahan seluas sekitar 9.600 meter persegi untuk pembangunan 1.000 unit rumah susun (rusun) bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Proyek tersebut dijalankan tanpa menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), melainkan melalui kolaborasi pemerintah dengan Astra yang mendanai pembangunan melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait mengatakan pemerintah terus mengoptimalkan pemanfaatan aset negara melalui berbagai skema pembiayaan, mulai dari APBN, Danantara, hingga kerja sama dengan sektor swasta.
Menurut Maruarar, proyek TOD Kiaracondong menjadi contoh sinergi pemerintah dan dunia usaha dalam mempercepat penyediaan hunian layak sekaligus mendukung pembangunan kawasan strategis. Astra menargetkan pembangunan 2.000 unit rumah susun, masing-masing 1.000 unit di Bandung dan 1.000 unit di Jakarta, serta renovasi 1.000 rumah.
“Setiap unit rusun mengusung tipe 36 dengan dua kamar tidur, satu kamar mandi, satu dapur, dan area servis sehingga dapat memenuhi kebutuhan keluarga kecil,” ujar Maruarar di Bandung, Rabu (15/7/2026).
Pemerintah akan memulai pembangunan setelah menyelesaikan seluruh proses administrasi, perizinan, serta konsultasi dengan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).
Adapun, Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin menegaskan pengembangan hunian berbasis TOD menjadi bagian dari transformasi Kiaracondong sebagai kawasan ekonomi baru yang akan memperkuat aktivitas bisnis di Kota Bandung.
PT KAI akan mengintegrasikan kawasan tersebut dengan Laswi Heritage, Stasiun Kiaracondong, serta konektivitas menuju Stasiun Bandung. Integrasi tersebut akan meningkatkan mobilitas masyarakat, memperlancar akses transportasi publik, sekaligus memperkuat efisiensi aktivitas ekonomi.
Selain menghadirkan hunian, PT KAI juga merancang pembangunan pusat riset (research center), pusat data (data center), dan kawasan perkantoran perusahaan di sekitar lokasi.
Pengembangan multifungsi tersebut akan menciptakan ekosistem perkotaan modern yang mampu menarik investasi baru, membuka lapangan kerja, dan meningkatkan daya saing ekonomi Kota Bandung.
PT KAI menyiapkan dua bidang lahan dengan total luas sekitar 9.600 meter persegi untuk mendukung proyek tersebut. Perhitungan teknis mengenai kapasitas bangunan masih dibahas bersama Astra, namun target pembangunan 1.000 unit rumah susun di Bandung tetap menjadi prioritas.
Melalui pengembangan TOD Kiaracondong, PT KAI tidak hanya mengoptimalkan aset perusahaan, tetapi juga memperkuat perannya sebagai penggerak pembangunan kawasan berbasis transportasi publik. Integrasi antara hunian, stasiun kereta, kawasan bisnis, pusat riset, dan perkantoran diyakini akan mempercepat lahirnya pusat pertumbuhan ekonomi baru yang mampu meningkatkan investasi serta mendukung pertumbuhan Kota Bandung dalam jangka panjang.






