Telkomsel Perluas Engagement Digital ke 121 Titik, Dorong Aktivitas Positif Masyarakat dan Pelajar

Sindojabar, Bekasi – Pemanfaatan teknologi digital di tengah masyarakat terus berkembang, tidak hanya untuk kebutuhan komunikasi, tetapi juga sebagai ruang edukasi dan kreativitas.

Melihat perkembangan tersebut, Telkomsel memperluas keterlibatan langsung dengan masyarakat melalui pengembangan ekosistem digital berbasis komunitas.

Hingga saat ini, Telkomsel telah menghadirkan program Kampung Telkomsel di 121 titik sejak akhir 2025. Program tersebut menjadi salah satu pendekatan perusahaan untuk memperkuat interaksi dengan masyarakat sekaligus mendorong pemanfaatan teknologi dalam berbagai aktivitas yang produktif.

Baca Lagi: Telkomsel Siapkan 41 Titik Nobar Piala Dunia 2026

Kehadiran Kampung Telkomsel tidak hanya diarahkan pada aspek konektivitas. Masyarakat didorong terlibat dalam beragam kegiatan komunitas, mulai dari olahraga seperti zumba dan jalan sehat hingga aktivitas lain yang mempertemukan warga secara langsung.

Di sisi lain, edukasi digital turut menjadi bagian dari kegiatan tersebut. Masyarakat diberikan pemahaman mengenai pemanfaatan teknologi sehingga penggunaan layanan digital tidak berhenti pada aktivitas komunikasi, tetapi dapat memberikan manfaat yang lebih luas dalam kehidupan sehari-hari.

“Kita ingin hadir ketika ada agenda-agenda masyarakat. Kemudian ada edukasi digital juga, kita hadir. Kita ingin berbagi mengenai apa manfaat teknologi dan apa yang bisa kita sharing kepada masyarakat,” ujar Manager Mobile Consumer Business Growth and Sales Program Area Jabotabek Jabar, Syah Putri, Kamis (10/9/2026)

Perluasan engagement digital tersebut juga menyentuh lingkungan pendidikan. Melalui Pesta Jawara, Telkomsel membuka ruang bagi pelajar untuk mengembangkan kreativitas melalui seni tari, musik, pembuatan video, serta berbagai aktivitas lainnya.

Fenomena semakin aktifnya pelajar dalam membuat konten digital menjadi salah satu peluang untuk mengarahkan penggunaan teknologi ke kegiatan yang lebih produktif. Pelajar dapat menghasilkan video mengenai kegiatan Pesta Jawara untuk memperoleh apresiasi sekaligus memperluas penyebaran konten positif melalui media sosial.

Pendekatan serupa dikembangkan melalui Kampung Telkomsel 5G Video Competition yang melibatkan masyarakat, pelajar, dan mahasiswa. Memasuki aktivitas ketiga, kompetisi tersebut mengangkat tema kebudayaan Indonesia sebagai ruang bagi peserta untuk mengemas berbagai kekayaan lokal ke dalam karya audiovisual.

Peserta dapat mengangkat beragam tema, mulai dari landmark, makanan tradisional, pakaian tradisional, budaya lokal hingga aktivitas pelaku UMKM. Kompetisi tersebut juga dibagi dalam kategori pelajar SD serta pelajar dan mahasiswa.

Pemanfaatan teknologi kecerdasan artifisial (AI) maupun produksi video secara langsung memberikan alternatif bagi peserta dalam menghasilkan karya. Dengan demikian, penggunaan teknologi digital diarahkan tidak hanya sebagai sarana konsumsi konten, tetapi juga sebagai medium untuk menciptakan karya.

“Ketika ada kreativitas seperti video tadi, silakan, kita bisa bekerja sama bareng,” katanya.

Rangkaian kegiatan tersebut menunjukkan bahwa perluasan konektivitas dapat berjalan beriringan dengan penguatan interaksi sosial dan kreativitas.

Masyarakat memperoleh ruang untuk berkegiatan dan mendapatkan edukasi digital, sementara pelajar dan mahasiswa memiliki wadah untuk mengembangkan kemampuan kreatif di tengah
meningkatnya penggunaan teknologi.

Di sisi konektivitas, layanan seperti Simpati dan by.U turut mendukung kebutuhan komunikasi dan aktivitas digital masyarakat maupun pelajar. Namun, pendekatan yang dikembangkan Telkomsel diarahkan pada ekosistem yang lebih luas dengan menggabungkan konektivitas, komunitas, edukasi, serta ruang kreativitas.

Melalui ekspansi ke 121 titik tersebut, Telkomsel berupaya memperluas pemanfaatan teknologi agar semakin dekat dengan kebutuhan masyarakat. Kehadiran ekosistem berbasis komunitas juga membuka peluang bagi masyarakat dan generasi muda untuk menggunakan teknologi secara lebih inklusif dan produktif.

“Telkomsel ingin hadir lebih dekat, membuka lebih banyak peluang melalui pengalaman digital yang inklusif dan bermanfaat,” pungkasnya.