SindoJabar, BANDUNG – Polrestabes Bandung bersinergi dengan TNI, BNN, dan Satpol PP kembali merazia kawasan eks lokalisasi Saritem, Kecamatan Andir, Kota Bandung, Jumat (16/10/2026) malam. Kolaborasi aparat lintas instansi itu upaya menekan peredaran narkotika di Kota Bandung.
Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Dedi Supriyadi mengatakan, langkah bersama ini merupakan bentuk pelaksanaan program prioritas Kapolri dalam memerangi narkoba dan pemulihan kawasan.
“Polrestabes bersama teman-teman dari TNI, BNN, Polisi Militer, BNN, dan Satpol PP merilis hasil kegiatan malam ini terkait pelaksaan program prioritas Kapolri tentang pemulihan kawasan narkoba,” kata Kapolrestabes Bandung, Jumat (16/10/2026).
Kombes Dedi menyatakan, razia di kawasan Saritem ini merupakan yang kedua. Dalam razia hari ini, petugas gabungan mengamankan tiga orang positif mengonsumsi sabu dan empat wanita yang diduga pekerja seks komersial.
“Polrestabes Bandung kedua kalinya melaksanakan razia bersama teman-teman BNN, TNI, dan Satpol PP di kawasan Saritem Andir. Kali ini, tiga orang positif menggunakan narkoba jenis sabu. Sedangkan empat wanita yang diamankan Satpol PP,” ujar Kombes Dedi.
Kapolrestabes menuturkan, penindakan ini menjadi bukti komitmen seluruh aparat penegak hukum untuk menutup rapat ruang gerak peredaran narkoba di Kota Bandung.
Penyalahgunaan Narkoba Menurun
“Polrestabes Bandung berkomitmen tidak ada satu jengkal tanah pun yang menjadi sarang narkoba. Kami akan terus perangi, ini komitmen bersama. Terima kasih kehadiran teman-teman BNN dan TNI dalam pelaksanaan tugas malam ini,” tutur Kapolrestabes Bandunh.
Kombes Dedi mengatakan, sinergitas dan kolaborasi antar-satuan ini tidak akan berhenti di Saritem. Polrestabes Bandung bersama BNN dan TNI bakal gencar menggelar operasi di lokasi rawan peredaran dan penyalahgunaan narkoba.
“Kamit akan terus konsisten dan berkomitmen, berkolaborasi untuk menjaga Bandung dari peredaran narkoba. Kami akan berkolaborasi dengan BNN dab TNI. Kami akan melaksanakan kegiatan lebih intensif di tempat-tempat tertentu secara terbuka. Media akan kami libatkan sebagai sarana kontrol sosial,” ucap Kombes Dedi.
Sementara itu, Kasatresnarkoba Kompol Oliestha Ageng Wicaksana mengatakan, hasil razia hari ini membuktikan aktivitas prostitusi dan penyalahgunaan narkoba di Saritem menurun.
Fakta ini merupakan hasil dari razia dan pengawasan yang intensif di laksanakan Satresnarkoba Polrestabes Bandung.
“Berkat penindakan yang kami laksanakan, penyalahgunaan narkoba dan prostitusi di Saritem turun drastis,” kata Kasatresnarkoba.






