Jabar Darurat Bencana Kekeringan, Air Bersih Lenyap-1 Juta Warga Terdampak

SindoJabar, BANDUNG – Provinsi Jawa Barat mengalami darurat kekeringan. Sumur dan sumber air bersih di hampir 27 kota/kabupaten di Jabar lenyap akibat musim kemarau panjang selama 4 bulan terakhir.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jabar mencatatp, sebanyak 1 juta warga terdampak bencana kekeringan itu.

“Berdasarkan update data per 21 September 2026 Pukul 15.00 WIB, krisis air bersih dan kekeringan tahun ini telah menjangkau 688 desa/kelurahan, tersebar di 247 kecamatan seluruh Jawa Barat,” kata Pranata Humas Ahli Muda BPBD Jabar Hadi Rahmat Hardjasasmita, Rabu (23/9/2026).

Hadi menyatakan, BPBD Jabar terus memantau dan mengoordinasikan penanganan darurat dampak bencana kekeringan yang melanda berbagai wilayah di Jawa Barat.

“Secara akumulatif, dampak bencana kekeringan telah dirasakan oleh 307.295 kepala keluarga (KK) atau setara dengan 1.018.922 jiwa,” ujar Hadi.

Sebagai langkah mitigasi dan respons cepat, tutur Hadi, pemerintah bersama lintas instansi, relawan, dan dunia usaha telah menyalurkan bantuan air bersih dengan total volume mencapai 27.632.080 liter.

“Distribusi air bersih tersebut bersumber dari sinergi berbagai unsur. Antara lain, BPBD 17.260.000 liter, PMI 2.936.380 liter, PDAM 3.384.000 liter, Kementerian PUPR 1.216.900 liter. Kemudian, dunia usaha 780.000 liter, Tagana 670.000 liter, Komunitas 664.800 liter, BBWS 248.000 liter, Pemda 266.000 liter, Baznas 156.000 liter, Polres 43.000 liter, Kodim 7.000 liter,” tutur Hadi.

Kabupaten Bogor Paling Parah

Hadi mengatakan, dampak kekeringan dirasakan dengan tingkat keparahan bervariasi di tiap kabupaten dan kota di Jawa Barat. Kabupaten Bogor menjadi wilayah dengan jumlah warga terdampak terbesar sebanyak 95.310 KK atau 326.445 jiwa.

Terparah kedua Kabupaten Tasikmalaya dengan 18.787 KK atau 76.929 jiwa terdampak. Lalu, terparah ketiga Kabupaten Garut 17.252 KK/55.782 jiwa. Di urutan keempat, Kabupaten Bandung 13.323 KK/41.718 jiwa.

Wilayah lain seperti Kabupaten Bekasi mencatat 31.105 KK terdampak. Purwakarta sebanyak 32.232 KK dan kabupaten/kota lain di Jawa Barat dengan skala dampak bervariasi. “Sementara itu, Kota Banjar tercatat nihil atau belum ada laporan jiwa terdampak,” ucap Hadi.

Sejalan dengan tingkat kebutuhan di lapangan, ujar Hadi, alokasi distribusi air bersih terbesar di fokuskan ke wilayah-wilayah dengan tingkat kekeringan paling masif.

Kabupaten Bekasi mendominasi volume distribusi air bersih tertinggi sebanyak 11.276.080 liter. Kabupaten Bogor 5.512.000 liter. Ciamis 1.599.000 liter, Pangandaran 1.380.000 liter, dan Kota Tasikmalaya 1.226.000 liter.

Wilayah-wilayah lainnya, seperti, Kabupaten Karawang, Purwakarta, Tasikmalaya, Bandung Barat, Garut, serta kota/kabupaten lain juga mendapatkan suplai air bersih secara berkala sesuai asesmen kebutuhan di lapangan.

“BPBD Jabar bersama seluruh unsur terkait berkomitmen untuk terus menyiagakan armada distribusi air bersih guna meringankan beban masyarakat,” ujar Hadi.