Karhutla di Jawa Barat Meluas, Lahan Seluas 196,40 Hektare Ludes Terbakar

SindoJabar, BANDUNG – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat mencatat karhutla di Jabar meluas. Hingga akhir Agustus 2026, 132 karhutla melanda 91 kecamatan dan 153 desa/kelurahan di Jawa Barat.

Total lahan seluas 196,40 hektare ludes terbakar. Data tersebut dihimpun berdasarkan infografis penanganan karhutla hingga 24 Agustus 2026 pukul 23.30 WIB.

“Karhutla tersebar di berbagai daerah dengan tingkat keparahan bervariasi,” kata Pranata Humas BPBD Jabar Hadi Rahmat kepada wartawan, Rabu (26/8/2026).

Hadi menyatakan, Kabupaten Sumedang menjadi wilayah dengan frekuensi bencana terbanyak. Sedangkan Kabupaten Sukabumi menelan kerusakan lahan paling parah

“Sebanyak 20 kejadian karhutla terjadi di Kabupaten Sumedang. Luas lahan yang terbakar 21,68 hektare yang berada di 11 kecamatan dan 21 desa,” ujar Hadi.

Hadi menuturkan, dampak kerusakan terluas akibat karhutla berada di Jawa Barat bagian selatan. Dampak kemarau dan kekeringan memicu titik api membesar di area perkebunan dan hutan.

“Untuk dampak kerusakan lahan terluas terjadi di Kabupaten Sukabumi. Dari 12 kejadian yang tersebar di 11 kecamatan dan 15 desa, total area yang terbakar mencapai 49,20 hektare,” tutur Hadi.

Selain dua wilayah tersebut, BPBD Jabar mencatat sejumlah daerah rawan lain dengan tingkat kerusakan tinggi. Kabupaten Majalengka 15 kejadian dengan luas area terbakar 25,91 hektare.

Kemudian, Kabupaten Kuningan 10 kejadian, meludeskan 23,80 hektare lahan. Kabupaten Cirebon dengan 8 kejadian seluas 20,73 hektare.

Peristiwa karhutla juga melanda wilayah lain. Seperti Kabupaten Bandung dengan 13 kejadian seluas 16,80 hektare. Subang 11 kejadian seluas 9,53 hektare, dan Purwakarta 10 kejadian seluas 8,22 hektare.

“Tak hanya kabupaten, pergerakan si jago merah turut merembet ke kawasan perkotaan seperti Kota Sukabumi, Kota Bandung, dan Kota Depok meski dalam skala yang lebih kecil,” ucap Hadi.

Imbauan Kapolda Jabar

Sementara itu, untuk mencegah karhutla, Kapolda Jabar Irjen Pol Pipit Rismanto mengimbau masyarakat, terutama pendaki gunung, tidak bermain-main dengan api.

“Kepada masyarakat Jawa Barat, kami mengimbau agar bersama-sama mencegah karhutla. Seperti, tidak membakar sampah di mana pun. Tidak membuang puntung rokok sembarangan,” kata Kapolda Jabar, Rabu (26/8/2026).

Irjen Pipit menyatakan, kebakaran hutan dan lahan sering terjadi akibat tindakan sepele manusia yang tidak disadari berpotensi bahaya. Seperti menyalakan api tanpa pengawasan atau membuang puntung rokok yang masih menyala.

“Saya mengimbau, lakukan pengawasan terhadap kegiatan outdoor, terutama aktivitas yang menggunakan api,” ujar Irjen Pipit Rismanto.

Selain kepatuhan warga, tutur Kapolda, sinergi antara aparat dan warga di sekitar area rawan kebakaran harus diperkuat guna memantau setiap pergerakan yang berpotensi memicu titik api.

“Polda Jabar berharap imbauan ini diindahkan oleh seluruh masyarakat demi menjaga wilayah hukum Jawa Barat tetap kondusif, aman, dan terhindar dari kerugian material maupun kerusakan ekosistem,” tutur Kapolda.