SindoJabar, BANDUNG – Menteri Pertahanan (Menhan) RI Jenderal TNI (Purn) Sjafrie Sjamsoeddin menegaskan, program Komponen Cadangan (Komcad) bukan militerisme. Tetapi, membentuk warga negara menjadi fondasi kuat dalam membela negara dan bangsa.
Kegiatan pemberian pengarahan dan semangat oleh Menhan Sjafri Sjamsoeddin itu berlangsung di Depo Pemeliharaan (Depohar) 10 Komando Pemeliharaan Materiil Angkatan Udara (Koharmatau) Lanud Husein Sastranegara, Kota Bandung, Kamis (8/10/2026).
Total peserta Latihan Dasar Militer (Latsarmil) Komponen Cadangan (Komcad) Reguler BUMN/industri pertahanan sebanyak 1.109 orang.
Ke-1.109 peserta terdiri atas 1.008 laki-laki dan 101 perempuan. Mereka berasal dari BUMN pertahanan, PT Pindad, LEN Industri, PT PAL, PT Dirgantara Indonesia (PTDI), dan Dahana. Serta peserta dari satu perusahaan swasta.
Mereka menjalani pelatihan selama dua bulan di Pusdikbekang TNI AD sebanyak 144 orang, Pusdikpom Puspomad 465 orang, Wingdik 800 orang, dan Pasgat 500 orang.
“Ini (Latsarmil Komcad) bukan militerisme. Tapi membentu kamu sebagai patriot yang siap membela Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) jika dibutuhkan,” kata Menhan.
Sjafri menyatakan, keikutsertaan karyawan BUMN dalam Latsarmil Komcad merupakan wujud kesukarelaan dan panggilan pengabdian kepada negara.
“Saya datang untuk memberikan semangat kepada saudara-saudara semua. Karena saudara sudah sukarela menjawab panggilan negara,” ujar Sjafrie.
Tabungan untuk Masa Depan
Menhan menuturkan, para peserta Komcad merupakan pejuang pembangunan dan industri pertahanan dalam negeri. Peserta Latsarmil Komcad ini adalah abdi rakyat, abdi masyarakat.
“Maka kamu harus paham, latihan dasar militer ini akan menjadikan kamu tulang punggung di industri (pertahanan) tempat kamu bekerja. Setelah menjalani latihan dasar ini, tolong bekerja lebih meningkat dan profesional supaya industrimu lebih maju,” tutur Menhan.
Sjafrie mengatakan, Latsarmil Komcad yang hanya dua bulan ini adalah tabungan para peserta untuk masa depan bagi diri pribadi, keluarga, dan bangsa.
Manfaat latsar komcad ini untuk seluruh hidup peserta. Sebab, para peserta kelak akan menjadi tulang punggung bagi industri pertahanan.
Bahkan mereka bisa menjadi pemimpin di garis depan industri pertahanan. Asalkan, disiplin, profesional, punya jiwa nasionalisme, dan patriotisme.
“Generasi yang duduk di depan saya adalah generasi yang menentukan masa depan Indonesia. Karena itu, setelah kembali, kami mengharapkan kamu menjadi tulang punggung dari industrimu,” ucap Sjafrie.
Latsarmil Komcad ini, ujar Menhan, roadmap untuk menuju cita-cita besar bangsa. Tidak ada cita-cita yang bisa dicapai hanya dengan duduk atau berdoa. Tapi, cita-cita harus diraih dengan ikhtiar dan menambah kemampuan.
“Negara kita sangat besar, sangat kaya. Tapi miskin manajemen dan birokrasi. Kalian semua tulang punggung untuk memperbaiki manajemen dan birokrasi di lingkungan kerjamu,” ujar Menhan.
Sjafrie mengharapkan, melalui latihan dasar militer, para peserta tidak hanya siap sebagai bagian dari Komcad. Tetapi juga mampu menjadi tenaga profesional yang disiplin, berintegritas, dan memiliki semangat patriotisme.
Siap Hadapi Tantangan
Terutama dalam mendukung kemajuan industri serta kepentingan pertahanan negara. “Kalian harus siap menghadapi tantangan bukan saja di dalam negeri tapi juga luar negeri. Jadikan industri pertahanan tempatmu bekerja lebih unggul,” tutur Sjafrie.
Sebelum mengakhiri arahan, Menhan mengatakan, menerima laporan, sejak 2025 sampai hari ini, jumlah kekuatan Komcad di seluruh Indonesia mencapai 60.000 orang.
“Kita akan meneruskan program ini hingga Komcad menjadi penopang untuk kepentingan produksi dan komponen utama jika negara dalam keadaan darurat. Namun tentu kita berharap situasi tetap aman dan damai sehingga bisa melanjutkan pembangunan,” ucap Menhan.
Sjafrie menyampaikan terima kasih kepada jajaran Kemhan, TNI, para pelatih, dan para Direktur Utama BUMN/industri pertahanan yang telah mendukung pelaksanaan Latsarmil Komcad Reguler BUMN/industri pertahanan.
Hadir pula dalam kegiatan tersebut sejumlah pejabat Kemhan dan TNI. Antara lain, Kabacadnas Kemhan Letjen TNI Gabriel Lema SSos, Sekjen Kemhan RI Letjen TNI Tri Budi Utomo SE.
Wapang TNI Jenderal TNI Tandyo Budi Revita, serta sejumlah pejabat TNI lainnya.
Kemudian, para pimpinan BUMN dan industri pertahanan, di antaranya PT Len, PT Pindad, PT PAL, PTDI, dan PT Dahana.






