3 Polisi Arogan Intimidasi Satpam di Bundaran HI Terancam Sanksi Berat

SindoJabar, BANDUNG – Tiga anggota Polda Jabar, Ipda DG, Bripka BS, dan Briptu RPW, terancam sanksi berat lantaran arogan dan mengintimidasi Viktor Harefa, satpam proyek MRT di Bundara HI, Jakarta.

Saat ini, tiga polisi arogan itu menjalani pemeriksaan di Subdit Paminal Bid Propam Polda Jabar. Selama proses pemeriksaan, mereka mendekam di tahanan atau penempatan khusus (Patsus).

“Tiga pelanggar ini arogan di Bundaran HI. Saat ini mereka sudah kami patsus-kan. Kami punya kewenangan 21 hari patsus,” kata Kabid Humas Polda Jabar Kombes Hendra Rochmawan di Polda Jabar, Senin (27/7/2026).

Kombes Hendra menjelaskan, Polda Jabar menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat atas perbuatan tiga anggota tersebut.

“Saya, Kabid Humas Polda Jabar, mewakili ya anggota jajaran, mohon maaf kepada teman-teman satpam dan juga publik karena arogansi anggota ini membuat resah. Selanjutnya kami akan tindak secara terukur,” ujar Kombes Hendra.

Kabid Humas menuturkan, kasus penggunaan pelat nomor palsu dan pelanggaran lalu lintas, di tangani oleh Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya.

“Untuk proses yang terkait dengan kendaraan, itu ada di wilayah hukum Polda Metro. Nanti akan kami tanyakan, ya,” tutur Kabid Humas.

Di tanya terkait informasi di media sosial (medsos) bahwa tiga polisi yang saat ini menjalani pemeriksaan berbeda dengan tiga pelaku di Bundara HI, Kombes Hendra menegaskan, tidak berbeda.

“Tidak. Mereka lah pelakunya. Yang di medsos itu kan sudah diubah-ubah,” ucap Kombes Hendra.

Kronologi Kejadian

Sebelumnya diberitakan, Ipda DG, Bripka BS, dan Briptu RPW mengintimidasi Viktor Rifera di kawasan Bundaran HI, Jakarta Puat. Meskipun sudah berdamai, penegakan disiplin dan kode etik profesi Polri terhadap tiga anggota itu tetap berjalan.

Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara Subbid Paminal Bid Propam Polda Jabar, tiga anggota di duga melanggar kode etik Polri sebagaimana di atur dalam Perpol Nomor 7 Tahun 2022.

Sementara itu, korban Viktor mengungkapkan kronologi cekcok dengan tiga anggota Polda Jabar yang menggunakan mobil Alphard.

Menurut Viktor, peristiwa bermula ketika sedang berjaga di penyeberangan saat lampu lalu lintas berganti merah untuk kendaraan dan memberikan kesempatan para pejalan kaki menyeberang.

Tiba-tiba, mobil Alphard yang di kendarai dan di tumpangi anggota Polda Jabar menerobos.

Karena kesal, Viktor mengaku memukul kaca mobil sambil berteriak agar pengemudi berhenti.

Viktor pun menghampiri mobil yang bergerak perlahan dan kembali menegur pengemudi mobil Alphard.

Tiga orang keluar dari mobil, termasuk sopir. Lalu terjadi aksi saling dorong. Untuk menghindari keributan di tengah jalan, Viktor lalu mengajak para pelaku ke Pos Polisi Thamrin agar persoalan di selesaikan di depan polisi.

Viktor mengklaim sepanjang perjalanan menuju pos polisi masih terjadi aksi saling dorong. Sesampainya di lokasi, dia mengetuk pintu pos polisi sebelum akhirnya kepala pospol datang.

Di dalam pos polisi, Viktor sempat menjelaskan kronologi kejadian. Menurut dia, kepala pospol menegur tindakannya karena memukul kaca mobil. Setelah mendengar penjelasan itu, dia mengaku memilih meminta maaf kepada pengemudi Alphard.