Agus Sutisna Sang Penolong Ditemukan Meninggal di Sungai Ciherang Banjaran

Jawa Barat29 Dilihat

SindoJabar.com – Sang penolong, Agus Sutisna (44), satpam SMAN 1 Bandung, yang terseret arus Sungai Ciherang, ditemukan tim SAR gabungan dalam keadaan meninggal pada Kamis (16/4/2026).

Lokasi penemuan berjarak sekitar 500 meter last known position (LKP) atau lokasi terakhir korban Agus loncat ke Sungai Ciherang di Kampung Girang, Desa Banjaran, Kecamatan Banjaran, Kabupaten Bandung.

Kepala Kantor Basarnas Bandung Ade Dian Permana mengatakan, pada pukul 10.16 WIB, tim SAR gabungan menerima informasi dari BPBD Kabupaten Bandung terkait penemuan salah satu korban sekitar 500 meter dari LKP.

“Sepuluh menit kemudian, korban di evakuasi dalam kondisi meninggal dunia. Selanjutnya jasad korban di bawa ke RSUD Bedas Nambo untuk penanganan lebih lanjut,” kata Kepala Basarnas Bandung.

Ade menjelaskan, pada Rabu (15/4/2026) sore, enam warga Banjaran terseret arus Sungai Ciherang. Keenam korban antara lain, Ginasa Lintang Sari (18), Indra (34), Ja A alias Geri Muhammad (34), Wildan (20), Ersih (50), dan Agus Sutisna (44).

Korban Agus merupakan warga Kampung Neglasari, Desa Ciapus. Almarhum Agus terseret arus sungai saat hendak menolong korban Ginasa.

Kronologi Kejadian

Korban Ginasa di temukan di Bojongsering, Ciparay yang berjarak sekitar 2 kilometer (km) dari titik jatuh lalu terseret arus. Sedangkan Agus Sutisna baru di temukan pada Kamis (16/4/2026).

Kapolsek Banjaran AKBP Sudi Hartono mengatakan, kronologi kejadian berawal saat Ginasa jatuh ke sungai dan hanyut. Kemudian orang tua korban dan beberapa tetangga berusaha menolong.

Di depan SMA 1 Banjaran, kata Kapolsek, satpam atas nama Agus ikut menolong dan sempat ke tepi sungai. Namun karena arus cukup deras sehingga korban Agus kembali hanyut.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bandung Wahyudin mengatakan, penyebab korban Ginasa jatuh ke sungai karena kirmir tergerus air.