Arus Kendaraan Wisatawan Naik 30 Persen, Polda Jabar Siapkan Strategi Atasi Kepadatan

Headline, Jawa Barat69 Dilihat

SindoJabar.com – Direktorat Lalu Lintas Polda Jabar menerapkan sejumlah strategi untuk mengatasi kepadatan volume lalu lintas kendaraan wisatawan di sejumlah objek wisata di Jawa Barat.

Strategi yang diterapkan antara lain, oneway, penempatan personel di titik rawan kemacetan, dan pengerahan tim urai Motor Senyum.

Polda Jabar juga penggunaan teknologi drone untuk melihat kondisi lalu lintas secara real time. Sekaligus, memetakan penyebab masalah kemacetan dan menerapkan solusinya.

Dalam pelaksanaan Operasi Ketupat Lodaya 2026, pengamanan dilaksanakan di lima kluster utama. Antara lain, tempat ibadah, penyeberangan-bandara, jalur tol-arteri dan perkotaan, serta kawasan wisata.

“Hari pertama Lebaran, terjadi peningkatan arus kendaraan hingga 30 persen di sejumlah tempat wisata,” kata Kapolda Jabar Irjen Pol Rudi Setiawan, Minggu (22/3/2026).

Kondisi ini, ujar Irjen Rudi, diprediksi akan berlanjut dan meningkat pada hari kedua Lebaran. Seiring aktivitas silaturahmi dan pergerakan wisata masyarakat, termasuk para pemudik yang telah tiba di kampung halaman.

“Sejumlah lokasi wisata menjadi perhatian khusus aparat kepolisian karena tingginya tingkat kunjungan meningkat. Di antaranya, Taman Safari, Puncak, Bogor. Lembang, Bandung Barat; Ciwidey, Kabupaten Bandung; dan Pantai Pangandaran,” ujar Irjen Rudi.

Penerapan One Way-Teknologi Drone

Direktur Lantas Polda Jabar Kombes Pol Raydian Kokrosono mengatakan, untuk mengurai potensi kemacetan, Polda Jabar menerapkan sejumlah strategi.

“Selain penempatan personel di titik-titik rawan (ploting statis), juga disiagakan tim urai kemacetan yang bergerak secara mobile,” kata Direktur Lalu Lintas.

Polda Jabar, ujar Kombes Raydian, juga mengoptimalkan penggunaan teknologi drone untuk memantau kondisi lalu lintas secara real-time. Drone juga untuk mengidentifikasi penyebab kepadatan secara cepat dan akurat.

“Kami menerapkan rekayasa lalu lintas berupa delaying system atau penundaan arus sebelum pemberlakuan sistem satu arah (one way),” ujarnya.

Menurut Kombes Raydian, strategi itu efektif, khususnya di kawasan Puncak, Bogor untuk mengatur volume kendaraan dari dua arah secara bergantian sehingga mengurangi kepadatan.

Kombes Raydian mengatakan, menjelang arus balik, Polda Jabar juga mengintensifkan penyebaran informasi melalui media sosial, dan layanan hotline mudik.

“Hingga saat ini, sebanyak 11.000 pengguna mengakses layanan tersebut. Melalui hotline, masyarakat memperoleh informasi kondisi lalu lintas, akses CCTV,” tutur Kombes Raydian.

Kemudian, kata Kombes Raydian, masyarakat juga mendapatkan informasi lokasi pos pelayanan, pos terpadu, serta berkomunikasi dengan petugas jika membutuhkan bantuan.

“Sebanyak 332 pos pengamanan telah di siagakan selama Operasi Ketupat Lodaya 2026,” ucapnya.

Dirlantas Polda Jabar
Direktur Lalu Lintas Polda Jabar Kombes Pol Raydian Kokrosono. (FOTO: Humas Polda Jabar)

Layanan Darurat Call Center 110

Selama Operasi Ketupat Lodaya 2026, ujar Kombes Raydian, Polda Jabar juga menyosialisasikan layanan darurat Call Center 110 kepada masyarakat untuk memberikan kemudahan dalam pelaporan kondisi darurat di lapangan.

Polda Jawa Barat mengimbau kepada para pemudik yang akan kembali ke Jakarta mempersiapkan diri dengan baik. Pastikan kondisi kesehatan dan kelayakan kendaraan.

“Seperti rem, lampu, ban, dan perlengkapan darurat, dongkrak dan lain-lain,” ujar Kombes Raydian.

Polda Jabar mengimbau pemudiak memastikan kecukupan saldo tol, merencanakan rute perjalanan, dan mematuhi rambu lalu lintas dan arahan petugas di lapangan.

“Dengan berbagai langkah tersebut, kami berharap arus balik Lebaran aman, lancar, dan nyaman bagi seluruh masyarakat,” tandasnya.