SindoJabar, BANDUNG – Penurunan debit air baku hingga 500 liter per detik atau sekitar 40 persen mengancam kelancaran pasokan air bersih di Kota Bandung.
Mengantisipasi gangguan distribusi kepada pelanggan, Perumda Tirtawening menyiagakan 19 mobil tangki untuk menyuplai air ke wilayah terdampak.
Baca Juga:Listrik Padam di Bandung Raya, Ini Biang Keroknya
Direktur Utama Perumda Tirtawening Kota Bandung, Rizky Mediantoro, mengatakan penurunan debit air baku terjadi pada Oktober 2026 akibat menyusutnya pasokan dari sejumlah sumber air yang selama ini diandalkan perusahaan.
“Pasokan air baku kami mengalami penurunan sekitar 500 liter per detik. Kondisi ini cukup signifikan dan berdampak pada layanan distribusi ke pelanggan,” kata Rizky, Jumat (23/10/2026).
Menurutnya, pasokan air baku Perumda Tirtawening bergantung pada aliran sungai dan mata air. Sejumlah sumber utama, seperti Sungai Cisangkuy, Cikapundung, Cibeureum, dan Cipanjalu, serta beberapa mata air mengalami penyusutan debit akibat musim kemarau dan berkurangnya curah hujan.
Baca Juga:Tempo Scan Distribusikan 640.000 Liter Air Bersih ke 40 Titik Terdampak Kekeringan
Untuk mengantisipasi gangguan pasokan, Perumda Tirtawening mengerahkan 19 mobil tangki yang tersebar di enam wilayah pelayanan Kota Bandung.
Armada tersebut terdiri atas 15 mobil tangki berkapasitas 5.000 liter dan empat unit berkapasitas 2.000 liter. Distribusi air dilakukan secara bergilir berdasarkan laporan pengaduan pelanggan dan pemetaan wilayah yang membutuhkan pasokan.
“Prioritas kami adalah permukiman padat dan fasilitas umum,” katanya.
Rizky mengatakan, Perumda Tirtawening juga berencana menambah lima mobil tangki berkapasitas 2.000 liter untuk mempercepat pelayanan sekaligus mengurangi waktu tunggu pelanggan yang mengalami gangguan pasokan.
Rizky menjelaskan, Perumda Tirtawening menyediakan dua skema layanan distribusi air menggunakan mobil tangki, yakni gratis melalui pengaduan resmi pelanggan dan berbayar.
Baca Juga:PLN Jabar Ingatkan Bahaya Pasang Bendera HUT RI Dekat Jaringan Listrik
Layanan gratis diberikan berdasarkan laporan pengaduan yang masuk. Sementara itu, layanan berbayar dapat dimanfaatkan pelanggan yang membutuhkan pasokan lebih cepat tanpa harus menunggu antrean layanan gratis.
Untuk pembelian air menggunakan mobil tangki berkapasitas 5.000 liter, pelanggan dikenakan tarif Rp350.000.
Rizky menambahkan, pelanggan yang mengalami gangguan pasokan dapat menyampaikan pengaduan melalui WhatsApp di nomor 0811-2020-0202. Nomor tersebut merupakan layanan baru yang mulai beroperasi pada 20 Oktober 2026.
“Itu nomor layanan baru per 20 Oktober 2026 yang bisa dihubungi. Untuk aduan, kami akan secepatnya merespons dan turun ke lokasi,” pungkasnya. (*YM)






