Dispernakan KBB Gelar Bimtek Penyembelihan Hewan Kurban ke Pengurus DKM

Jawa Barat25 Dilihat

Sindojabar.Com – Dinas Perikanan dan Peternakan (Dispernakan) Kabupaten Bandung Barat (KBB) sosialisasikan penyembelihan hewan kurban.

Kali ini dengan melibatkan sebanyak 30 pengurus Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) dari berbagai wilayah di KBB dengan mengikuti bimbingan teknis (Bimtek) penyembelihan hewan kurban.

“Bimtek penyembelihan hewan kurban ini sebagai persiapan menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 H dengan melibatkan 30 pengurus DKM,” kata Kepala Dispernakan KBB, Wiwin Aprianti, Senin (27/4/2026).

Pada kegiatan ini para peserta dilatih untuk memastikan proses ibadah kurban berjalan sempurna, sah secara agama, dan memenuhi standar kesehatan Aman, Sehat, Utuh, Halal (ASUH).

Hal ini sebagai langkah strategis untuk membekali panitia dan penyembelih hewan kurban dengan pengetahuan yang benar. Sebab penyembelihan hewan kurban tidak boleh dilakukan secara asal-asalan.

Tetapi harus memenuhi kaidah syariat Islam serta memperhatikan aspek kesejahteraan hewan (animal welfare) agar hewan tidak tersiksa.

“Panitia kurban, petugas penyembelih, dan masyarakat harus memiliki  pemahaman serta keterampilan dalam penyembelihan hewan kurban sesuai syariat Islam,” ucap Wiwin.

Ia menerangkan, dalam syariat Islam, penyembelihan harus menggunakan alat yang tajam, dilakukan dengan cepat, serta memotong saluran pernapasan, saluran makanan, dan dua pembuluh darah utama di leher.

Hal tersebut penting agar hewan tidak tersiksa dan prosesnya sah secara agama. Selain itu, lanjut dia, materi juga mencakup cara menentukan kriteria hewan yang layak dikurbankan.

Misalnya, kambing atau domba harus berusia minimal satu tahun, sedangkan sapi atau kerbau minimal dua tahun yang ditandai dengan tumbuhnya gigi tetap atau poel.

Selain itu pemeriksaan kesehatan (antemortem) wajib dilakukan sebelum penyembelihan. Ciri hewan sehat di antaranya aktif, nafsu makan baik, mata cerah, tidak memiliki luka atau penyakit menular, serta tidak demam atau diare.

Ada juga materi yang mencakup manajemen yang lengkap, mulai dari penanganan hewan sebelum disembelih, teknik penyembelihan yang higienis, hingga tata cara pengolahan.

“Daging hewan kurban yang dihasilkan harus higienis, aman dikonsumsi oleh masyarakat, dan itu dihasilkan dari proses penyembelihan yang benar,” tandasnya. (*)