Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Ungkap Alasan Revitalisasi Halaman Gedung Sate Habiskan Rp15 Miliar

Jawa Barat42 Dilihat

SindoJabar.com – Pemprov Jabar bakal merevitalisasi halaman Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung dengan menghabiskan anggaran Rp15 miliar lebih. Gubernur Jabar Dedi Mulyadi mengungkap alasan revitalisasi itu.

Dedi Mulyadi menegaskan, revitalisasi yang di lakukan bukan membangun plaza. Namun, revitalisasi akan membuat halaman Gedung Sate lebih luas dan lebar. Lapangan Gasibu pun tidak menjadi halaman Hotel Pullman.

“Tujuannya (revitalisasi) agar akses halaman Gedung Sate terbangun dengan baik,” kata Gubernur Jabar seusai Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Pemprov Jabar di Gedung Pakuan, Rabu (15/4/2026).

Menurut Dedi Mulyadi, demokratisasi memberikan kebebasan bagi masyarakat menggelar demonstrasi anjuk rasa.

Setiap unjuk rasa berlangsung di Gedung Sate dan DPRD Jabar, Jalan Diponegoro selalu di tutup. Akibatnya, terjadi kemacetan parah di kawasan Gedung Sete.

“Sehingga ke depan, dengan revitalisasi, kemacetan tidak akan terjadi. Sebab, Jalan Diponegoro tetap di buka saat aksi unjuk rasa,” ujar Dedi.

Bantah Bangun Jembatan

Gubernur membantah bakal membangun jembatan yang menghubungkan Gedung Sate dengan Lapangan Gasibu.

“Bukan (membangun jembatan). Tapi jalannya melingkar. Jadi jalan di depan Gedung Sate nanti muter ke depan Pullman (hotel), belok kanan. Nanti sebagian Gasibu untuk jembatan di ujungnya. Jadi lebih baik,” tutur Gubernur.

Dedi mempersilakan masyarakat yang hendak berunjuk rasa. Namun, jangan menganggu arus lalu lintas.

Sementara itu, prasasti yang berada di halaman Gedung Sate tidak di pindahkan.

“Yang ada adalah penataan, halamannya jauh lebih bagus. Sehingga nanti tinggi halaman Gasibu sama dengan tinggi halaman Gedung Sate,” ucap Dedi.