Kasus Resbob Hina Suku Sunda Jadi Kasus Kejahatan Siber Paling Menonjol pada 2025

SindoJabar.Com – Sepanjang 2025, kejahatan siber tercatat mengalami kenaikan signifikan di banding 2024. Pada 2025, Direktorat Reserse Siber (Ditressiber) Polda Jabar mengungkap 156 perkara kejahatan siber.

Sedangkan pada 2024, Ditressiber Polda Jabar mengungkap 70 perkara kejahatan siber yang di dominasi kasus penipuan dan judi online.

Dari 156 kejahatan siber yang terungkap pada 2025, perkara M Adimas Firdaus Putra Nasihan alias Resbob, streamer yang menghina Suku Sunda menjadi kasus kejahatan siber paling menonjol.

Diketahui, Resbob menghina Suku Sunda dengan motif meraup pendapatan dari saweran netizen. Selain itu, Resbob ingin namanya semakin tenar dan keren di dunia maya.

Kapolda Jabar Irjen Pol Rudi Setiawan mengatakan, perkembangan teknologi digital membawa tantangan baru bagi kondusivitas keamanan di Jawa Barat.

“Peningkatan kasus pidana siber ini terjadi seiring meningkatnya aktivitas masyarakat di ruang digital,” kata Kapolda Jabar saat rilis akhir tahun, Senin (29/12/2025) malam.

Karena itu, ujar Irjen Rudi, transformasi digital harus di imbangi dengan penguatan pengamanan.

“Tahun 2025 tercatat 156 perkara kejahatan siber, meningkat signifikan dibanding 2024 yang hanya 70 kasus,” ujar Irjen Rudi.

Kapolda menuturkan, jenis kejahatan siber yang dominan terjadi, antara lain, penipuan dan judi online. Kini modus kejahatan siber semakin beragam dan kompleks.

Kapasitas Penyidik Siber

Meski jumlah kasus meningkat, tutur Kapolda, penyelesaian perkara justru menunjukkan tren positif. Data Polda Jabar mencatat tingkat penyelesaian kasus kejahatan siber mencapai 80,7 persen.

“Capaian tersebut tidak lepas dari peningkatan kapasitas penyidik. Pemanfaatan teknologi juga menjadi faktor pendukung pengungkapan kasus,” tutur Kapolda.

Irjen Rudi menegaskan, kejahatan siber tidak mengenal batas wilayah. Karena itu, penanganannya membutuhkan pendekatan adaptif dan kolaboratif.

Menurut Irjen Rudi, literasi digital bagi masyarakat penting dilakukan agar mereka tidak menjadi pelaku dan atau korban kejahatan siber.

“Kami terus menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi,” tutur Irjen Rudi.

Kapolda memprediksi kejahatan siber semakin marak ke depan. Karena itu, Polda Jabar akan memperkuat kemampuan personel di bidang digital.

“Penindakan terhadap kejahatan siber akan terus di tingkatkan. Langkah tersebut di lakukan demi menjaga keamanan ruang digital masyarakat,” ucap Kapolda.