Mahasiswa Magister ITB Ditemukan di Gunung Puntang, Kondisinya Lelah dan Lapar

Jawa Barat16 Dilihat

SindoJabar.com – Arief Wibisono (25) mahasiswa Program Magister Teknik Lingkungan (TL) Institut Teknologi Bandung (ITB) yang dikabarkan hilang di Gunung Puntang, Kabupaten Bandung, ditemukan selamat.

Saat ditemukan warga Desa Leuweung Malang, Arief dalam kondisi kelalahan dan lapar. Selain itu, Arief mengalami luka lecet. Saat ini, Arief menjalani perawatan di rumah sakit.

Dekan Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan (FTSL) ITB Dr Eng Nita Yuanita mengatakan, Arief tersesat saat turun dari Puncak Mega, Gunung Puntang pada Sabtu (9/5/2026) sore.

Itu terjadi lantaran Arief jatuh ke jurang sedalam 6-7 meter saat turun gunung. Di bawah jurang, Arief kesulitan naik ke jalur semula.

Akhirnya Arief membuka jalur sendiri, menyusuri sungai di sekitar jurang untuk mencari jalan keluar.

“Jadi dia (Arief) teh jatuh, terperosok ke jurang 6-7 meter. Lalu (Arief) tidak bisa naik ke jalur, jadi membuka jalur menyusuri sungai,” kata Dekan FTSL ITB, Senin (11/5/2026).

Nita menjelaskan, Arief tersesat dua hari, Sabtu-Minggu (9-10/5/2026) di hutan Gunung Puntang. Untuk bertahan hidup, Arief memakan dan minum sisa perbekalan.

Minum Air Sungai

“Hari pertama makan perbekalan (mi sama protein bar). Hari kedua hanya madu,” ujar Nita.

Setelah perbekalan habis, Arief tak makan apa pun. Dia bertahan dengan meminum air sungai.

“Setelah bekal habis, tidak makan apa-apa lagi. Hanya minum air sungai,” tuturnya.

Sebelumnya, kronologi Arief hilang di Gunung Puntang berawal saat mendaki bersama dua temannya Rizky dan Wimbardi pada Sabtu (9/5/2026).

Mereka naik ke Puncak Mega, Gunung Puntang melalui jalur Pasirkuda sekitar pukul 07.45 WIB. Arief, Rizky, dan Wimbardi tiba di puncang sekitar pukul 12.00 WIB.

Setelah beristirahat selama kurang lebih satu jam, rombongan Arief, Rizky, dan Wimbardi turun menuju basecamp Pasirkuda Gunung Puntang.

Saat turun, Arief berjalan lebih dulu meninggalkan kedua temannya. Namun, saat Rizky dan Wimbardi tiba di basecamp Pasirkuda sekitar pukul 16.00 WIB, mereka tak menemukan Arief. Bahkan mereka kehilangan kontak.

Rizky dan Wimbardi bersama ranger basecamp Pasirkuda berinisiatif melakukan pencarian mandiri hingga pukul 22.00 WIB. Namun upaya itu tidak membuahkan hasil. Arief tak juga ditemukan.

Ditemukan di Desa Leuweung Malang

Hilangnya Arief di Gunung Puntang dilaporkan ke Kantor Basarna Bandung. Seusai menerima laporan, Basarnas Bandung berkoordinasi dengan pelapor serta ranger Pasirkuda.

Satu tim rescue berangkat ke lokasi kejadian dengan menempuh jarak darat sekitar 45,7 kilometer menggunakan rescue car.

Operasi pencarian melibatkan Basarnas Bandung, Brimob Polda Jabar, dan tim ranger Pasirkuda.

Hasilnya, tim SAR gabungan menemukan Arief di Desa Leuweung Malang pada Senin (11/5/2026). Selanjutnya, tim SAR menyerahkan Arief ke keluarganya.

Keluarga membawa Arief ke RSUD Bedas Arjasari. Sebab, Arief mengalami luka lecet dan memar.