Sindojabar.Com – Ketua Asosiasi Provider Smart City (APSI) Indonesia Raine Renaldi, S.IIP., AWP, jadi narasumber dalam sesi live news CNA Summit 2026.
Kegiatan tersebut juga disiarkan melalui platform dan kanal digital resmi CNA, termasuk melalui kanal YouTube resminya.
Forum tingkat regional ini mempertemukan para pemimpin industri, pengambil kebijakan, dan investor untuk membahas arah investasi dan inovasi di era transformasi global.
Acara ini juga menampilkan pembicara utama setingkat menteri dan pimpinan lembaga investasi global, di antaranya Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Republik Indonesia sekaligus CEO Danantara Indonesia, Rosan Perkasa Roeslani.
Kemudian Direktur Investasi Temasek, Rohit Sipahimalani, Direktur Investasi Khazanah Nasional, Hisham Hamdan.
Sesi CNA Summit 2026 turut ditayangkan melalui platform digital resmi CNA. CNA Summit 2026 mengangkat tema “Smart Growth: Navigating Investment and Innovation in a New Era”, yang menyoroti strategi pertumbuhan cerdas di tengah dinamika geopolitik, perubahan arus modal, percepatan adopsi teknologi digital dan AI, serta kebutuhan akan inovasi yang tetap menjaga kepercayaan publik dan keberlanjutan.
Pada paparannya, Raine Renaldi menekankan bahwa Smart City merupakan kerangka strategis untuk menghubungkan investasi, teknologi, dan kebutuhan nyata masyarakat, sekaligus menjadi fondasi bagi pengembangan mobilitas masa depan yang lebih bersih dan efisien.
“Smart City bukan hanya proyek teknologi, tetapi kerangka pertumbuhan baru yang menghubungkan investasi, inovasi, dan kebutuhan nyata masyarakat. Kunci keberhasilannya ada pada kolaborasi ekosistem — pemerintah, penyedia teknologi, investor, dan operator — agar setiap inisiatif menjadi investment-ready dan berdampak langsung,” ujar Raine Renaldi.
Raine juga menyoroti pentingnya percepatan transformasi kendaraan menuju teknologi ramah lingkungan sebagai bagian dari agenda pertumbuhan berkelanjutan.
“Pentingnya dukungan pemerintah dalam program transformasi kendaraan menuju kendaraan ramah lingkungan menjadi faktor kunci percepatan adopsi. Tanpa kebijakan yang konsisten, insentif yang tepat, dan keberpihakan pada ekosistem, transisi ke mobilitas hijau akan berjalan lebih lambat dari yang dibutuhkan,” tegasnya.
Menurut Raine, konteks Indonesia memiliki karakteristik unik dalam proses transisi tersebut karena jumlah kendaraan yang sangat besar dan budaya penggunaan jangka panjang.
“Indonesia tidak memiliki kultur membuang kendaraan. Dengan jumlah kendaraan yang saat ini telah mencapai sekitar 178 juta unit, pendekatan yang paling realistis adalah melakukan konversi sebagian kendaraan menjadi kendaraan listrik, bukan semata mengganti dengan unit baru,” jelas Raine.
Ia menambahkan bahwa pendekatan konversi menjadi tantangan sekaligus peluang besar bagi Indonesia, baik dari sisi industri, lingkungan, maupun penciptaan ekosistem baru.
“Ini menjadi tantangan tersendiri bagi Indonesia. Karena itu kami sedang menggalakkan program konversi melalui project EV-GO sebagai salah satu model percepatan transisi kendaraan ramah lingkungan yang lebih terjangkau dan aplikatif,” tambahnya.
Raine juga menyampaikan bahwa dukungan kebijakan pemerintah Indonesia saat ini telah menunjukkan arah yang positif, khususnya dalam mendorong investasi dan pengembangan industri kendaraan listrik nasional.
“Pemerintah saat ini sudah cukup mendukung dalam berbagai aspek, terutama dalam hal kemudahan perizinan dan regulasi bagi investor yang ingin masuk ke Indonesia, khususnya di industri kendaraan listrik. Dukungan kebijakan ini menjadi fondasi penting untuk mempercepat pertumbuhan ekosistem mobilitas ramah lingkungan,” ujarnya.
Kehadiran APSI dalam CNA Summit 2026 mempertegas peran asosiasi sebagai penghubung antara penyedia solusi Smart City dengan pemangku kepentingan nasional dan global.
Partisipasi ini diharapkan memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam pengembangan kota cerdas, infrastruktur digital, serta ekosistem mobilitas berkelanjutan di Indonesia.
Partisipasi ini juga memperkuat representasi Indonesia dalam diskursus regional mengenai Smart City, investasi teknologi, dan transisi mobilitas hijau.
Tentang APSI (Asosiasi Provider Smart City Indonesia) Asosiasi Provider Smart City Indonesia (APSI) merupakan asosiasi yang menghimpun penyedia solusi dan teknologi Smart City di Indonesia.
APSI berfokus pada penguatan ekosistem, kolaborasi lintas sektor, standardisasi, serta percepatan implementasi solusi kota cerdas yang adaptif dan berkelanjutan di berbagai wilayah Indonesia. (*)






