Ngabuburit Bareng SSB di Kampung Adat Banceuy Subang Meriah, Ikhtiar Pelestarian Budaya Sunda

Jawa Barat70 Dilihat

SindoJabar.com – Ratusan warga memadati Kampung Adat Banceuy, Kecamatan Ciater, Kabupaten Subang, Minggu (16/3/2026). Mereka mengikuti acara Ngabuburit Bareng Seniman Sunda Bangkit (SSB).

Acara ini dimeriahkan oleh berbagai pertunjukan seni budaya khas Sunda yang melibatkan warga setempat. Seperti, Toleat, Break-pong Leungiteun, Mandi Koneng, Nadran, dan Gembyung.

Ketua Seniman Sunda Bangkit H Oni Suwarman mengatakan, kegiatan tersebut di gelar untuk mengajak masyarakat menjaga sekaligus merawat warisan budaya Sunda.

“Ngabuburit Bareng Seniman Sunda Bangkit ini mengambil tema Ngamumule Budaya, Ngaraketkeun Baraya. Kami ingin mengajak masyarakat Jawa Barat menjaga, merawat, dan melestarikan budaya warisan leluhur sekaligus mempererat tali persaudaraan,” kata Oni, Selasa (17/3/2026).

Oni menjelaskan, seluruh pertunjukan dalam kegiatan tersebut melibatkan seniman lokal dari Kampung Adat Banceuy.

“Karenanya, semua pertunjukan dalam acara ini melibatkan seniman-seniman yang merupakan masyarakat Sunda di Kampung Adat Banceuy ini,” ujar Oni.

Acara diawali dengan penampilan kesenian khas Subang, Toleat, yang dibawakan kelompok seni Kampung Adat Banceuy.

Suasana semakin meriah ketika sinden Yani membawakan lagu berjudul Jayanti, yang mengisahkan pasangan kekasih yang mengikat janji setia di Pantai Jayanti, Cianjur.

Kearifan Lokal Masyarakat Sunda

Selain itu, acara yang di pandu pelawak Ki Daus, aktor sekaligus seniman Kang Aep Bancet, serta komedian Ceu Popon juga menampilkan tradisi Mandi Koneng dan Nadran.

Tradisi tersebut menggambarkan kearifan lokal masyarakat Sunda yang berkaitan dengan penyucian diri dan penghormatan terhadap alam.

Perwakilan Seniman Sunda Bangkit Ogi SOS menegaskan, seni Sunda merupakan aset budaya yang harus terus di jaga keberlangsungan dan kelestariannya.

“Kita ingin membangkitkan kembali seni dan budaya Sunda supaya tidak hilang dari negeri ini. Seni Sunda bisa menjadi aset bagi bangsa dan negara di masa yang akan datang,” kata Ogi.

Menurut Ogi, seni dan budaya memiliki peran penting dalam menjaga identitas masyarakat. Karena itu, SSB menggandeng perusahaan air minum AQUA sebagai mitra kegiatan.

“Seni dan budaya ini ibarat sumber kehidupan bagi jiwa dan identitas masyarakat, layaknya air bagi manusia,” ujar Ogi.

Sementara itu, Kepala Desa Sanca Masna berharap kegiatan tersebut dapat menjadi langkah awal menjadikan Kampung Adat Banceuy sebagai kampung seniman.

“Kami berharap melalui kegiatan ini Kampung Adat Banceuy bisa berkembang menjadi kampung seniman yang di kenal luas,” kata Masna.

Antusiasme Tak Surut

Perwakilan manajemen AQUA Firman Surya Kusuma mengatakan, dukungan perusahaan terhadap kegiatan tersebut merupakan bentuk apresiasi terhadap pelestarian budaya lokal.

“Bagi kami, budaya bukan sekadar warisan masa lalu, tetapi juga sumber inspirasi dan identitas yang harus terus dirawat dan di wariskan kepada generasi berikutnya,” kata Firman.

Dalam kesempatan itu, AQUA juga memberikan santunan kepada 80 anak yatim dan jompo yang secara simbolis di terima oleh tujuh perwakilan.

Meski sempat di guyur hujan, antusiasme warga tidak surut. Penampilan kesenian Gembyung dari Kampung Adat Banceuy yang membawakan lagu-lagu buhun Sunda semakin menghidupkan suasana.

Warga juga di hibur tarian Break-pong Leungiteun bertema lingkungan yang di bawakan Mpap Gondo. Lalu, penampilan penyanyi dangdut asal Subang Novia Rozma dengan lagu Rindu Purnama, Gerong, dan Cinta Pertama.

Suasana menjelang waktu berbuka semakin meriah dengan Mahdor atau Ceramah Bodor yang di bawakan Oni SOS bersama Ki Aman dan Ki Amin. Candaan mereka sukses membuat warga tertawa.

Acara di tutup dengan ngaliwet bareng, hasil masakan warga dari tujuh RT di Kampung Adat Banceuy yang di santap bersama saat berbuka puasa.