Pendidikan di Jabar tak Cukup Sekedar Naik Kelas, A Yamin Tekankan Prestasi Siswa 

SindoJabar, BANDUNG– Peningkatan kualitas pendidikan di Jawa Barat tidak cukup hanya mengandalkan aturan kenaikan kelas. Peran guru dalam membimbing siswa, memastikan pemahaman materi, dan membangun kedisiplinan belajar juga menjadi bagian penting dalam mencapai standar pendidikan.

Baca Juga:Konsistensi Layanan Dorong Kinerja Positif, Pendapatan Kuartal I Bluebird Group Tumbuh 11,6%

Anggota Komisi V DPRD Jawa Barat, A Yamin, menilai guru dan sekolah perlu menjalankan proses pembelajaran secara terarah agar siswa benar-benar menguasai ilmu yang mereka pelajari.

Hal itu menjadi perhatian di tengah wacana penerapan kembali sistem tinggal kelas bagi siswa yang tidak memenuhi standar akademik.

“Kalau menurut saya, kebijakan ini semakin baik untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Sekolah bukan sekadar formalitas. Anak-anak harus benar-benar menempa ilmu. Kalau ingin naik kelas, tentu harus menunjukkan prestasi,” ujarnya, Senin (26/10/2026).

Baca Juga:Ratnawati Dorong UMKM Jabar Naik Kelas, Perkuat Fondasi Ekonomi Daerah

Menurut A Yamin, wacana tersebut harus mendorong seluruh unsur pendidikan untuk lebih serius meningkatkan kualitas pembelajaran. Guru tidak hanya bertugas menyampaikan materi, tetapi juga membimbing siswa agar memahami pelajaran dan mencapai kompetensi yang ditargetkan.

Ia menegaskan, penerapan standar akademik harus berjalan seiring dengan tanggung jawab sekolah dalam mendampingi siswa. Ketika seorang siswa mengalami kesulitan belajar, sekolah perlu memastikan proses pembinaan berjalan agar siswa memiliki kesempatan memperbaiki pencapaiannya.

A Yamin juga menyoroti pentingnya keseimbangan antara pemerataan akses dan kualitas pendidikan. Pemerintah telah berupaya memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk mengenyam pendidikan. Selanjutnya, upaya tersebut perlu diikuti dengan peningkatan kualitas hasil belajar.

Baca Juga: Tingkatkan Mutu Pendidikan, Anggota DPRD Jabar A Yamin Nilai Tinggal Kelas Perlu Dipertimbangkan

“Ketika kuantitas pendidikan sudah terpenuhi, kualitas juga harus dipersyaratkan. Kita ingin hasil pendidikan sejalan dengan tujuan yang ingin dicapai,” pungkasnya. (*)