Pohon Kiara Setinggi 20 Meter Tumbang Timpa Mobil di Kampus ITB

Jawa Barat107 Dilihat

SindoJabar.Com – Pohon Kiara setinggi 20 meter dengan diameter 40 sentimeter tumbang menimpa satu unit mobil di Kampus ITB, Jalan Ganesha, Kelurahan Lebak Siliwangi, Kecamatan Coblong, Kota Bandung, Rabu (4/2/2026) pukul 15.09 WIB.

Peristiwa pohon tumbang yang di duga akibat di terpa angin kencang itu tidak menimbulkan korban luka dan jiwa.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmatan) Kota Bandung Kota Bandung Soni Bakhtiyar mengatakan, tak lama setelah menerima laporan, tim UPTD Utara meluncur ke lokasi kejadian.

“Penyebabnya karena angin kencang. Saat kejadian, angin bertiup cukup kencang sehingga pohon tiba-tiba patah di bagian tengah,” kata Kepala Dinas Damkarmatan.

Soni membenarkan, batang pohon menimpa satu unit mobil Toyota Hilux D 8094 MA yang terparkir di lokasi kejadian.

Beruntung tak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Tim Damkarmatan kota Bandung pun menerjunkan satu unit rescue dan satu unit pancar UPTD utara. Tim Damkarmatan pun di bantu DPKP3 kota Bandung, dan jajaran Polsek Coblong.

“Pohon tumbang sudah di evakuasi ke tempat lebih aman. Selesai evakuasi sekitar pukul 16.17 WIB,” ujar Soni.

Waspada Angin Kencang

Sementara itu, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Jawa Barat mengimbau masyarakat Jabar, mewaspadai angin kencang.

Potensi kecepatan angin maksimum 20 knot atau 37 km per jam pada siang hingga sore hari.

BMKG memprakirakan fenomena alam itu terjadi pada Rabu dan Kamis (4-5/2/2026) terutama di perairan utara Jawa Barat.

Wilayah yang terdampak angin kencang di Jabar, yakni, perairan Bekasi-Karawang, perairan Subang, dan perairan Indramayu-Cirebon.

Kepala Stasiun Geofisika BMKG Jabar, Teguh Rahayu mengatakan, tinggi gelombang 0,5-1,25 meter (rendah) berpeluang terjadi di Teluk Jakarta, Perairan Kepulauan Seribu.

Kemudian, perairan Bekasi-Karawang, Subang, Indramayu-Cirebon. “Harap perhatikan resiko tinggi terhadap keselamatan pelayaran,” kata Rahayu, Rabu (4/2/2026).

Angin kencang, ujar Rahayu, memicu bahaya pohon tumbang, papan reklame, dan tiang listrik, bangunan non permanen, dan gesekan antarkapal.

“Hindari berteduh di bawah pohon besar atau papan reklame saat cuaca berangin,” ujar Rahayu.