SindoJabar.com – Direktorat Lalu Lintas Polda Jabar memprediksi puncak arus balik 2026 akan terjadi pada Jumat (27/3/2026). Ratusan ribu kendaraan akan memadati Tol Trans Jawa.
Untuk mengantisipasi kepadatan volume kendaraan saat arus balik, baik di Tol Trans Jawa maupun arteri, Polda Jabar telah menyiapkan strategi.
Dirlantas Polda Jabar Kombes Pol Raydian Kokrosono mengatakan, arus mudik yang mengarah ke Jabar selama Operasi Ketupat Lodaya 2026 sebanyak 1.298.046 kendaraan.
“Indikator traffic counting kami mendapatkan angka arus balik sampai 25 Maret 2026 itu 1.100.328 kendaraan. Sehingga masih tersisa 197.718 kendaraan alias 15 persen dari arus mudik,” kata Kombes Raydian.
Kombes Raydian menjelaskan, traffic counting yang menjadi indikator antara lain gerbang tol Cikatama 1 dan 2, GT Kalitama, dan traffic counting di Km 211 perbatasan Jawa Tengah, dan traffic counting di Tol Japek 2 Selatan.
“Arus lalu lintas di Tol Trans Jawa selama Operasi Ketupat Lodaya 2026 selama 13 hari dari 13 Maret sampai 25 Maret 2026, cukup baik,” ujar Kombes Raydian.
Polda Jabar, tutur Kombes Raydian, menunggu dan mengantisipasi selama empat hari ke depan dengan melaksanakan kegiatan rutin yang ditingkatkan (KRYD).
Untuk riil situasi tol pada Kamis (26/3/2026), rata-rata kendaraan pemudik yang kembali ke Jakarta di Tol Cikatama 2 sebanyak 3.496 unit per jam. Sedangkan di GT Kalitama yang menuju ke Jakarta sebanyak 906 sampai 1.792 unit.
Kombes Raydian menegaskan, situasi arus lalin terkendali walaupun sempat terjadi beberapa penumpukan kendaraan di rest area saat arus balik.
“Kami sudah lakukan imbauan lewat public address dan langsung di lapangan ke para pemudik agar tak berhenti di bahu jalan,” tutur Kombes Raydian.
Keberhasilan Operasi Ketupat Lodaya 2026
Kombes Raydian mengatakan, Operasi Ketupat Lodaya 2026 selama 13 hari pelaksanaan, dinilai berhasil. Indikatornya, tindak pidana terjadi 110 kasus pencurian dengan pemberatan (curat), pencurian dengan kekerasan (curas), dan pencurian kendaraan bermotor (curanmor).
Perinciannya, 81 kasus curat, tujuh kasus curas, dan 22 kasus curanmor. Namun selama operasi, polisi berhasil mengungkap 101 kasus, terdiri dari 46 curat, 11 curas, dan 44 curanmor.
“Kami terus mengimbau kepada para pemudik yang mengarah balik ke Jakarta untuk mempersiapkan diri dan kondisi kesehatan. Jika mengantuk, pemudik bisa istirahat memanfaatkan rest area atau 332 pospam,” ucap Kombes Raydian.
Dia mengingatkan pemudik tidak memaksakan diri mengemudi dalam kondisi mengantuk dan lelah. Sebab, banyak kecelakaan fatal terjadi akibat microsleep.
“Persiapkan kendaraan, cek fungsi pengereman, penerangan, dan lain-lain,” ujarnya.
Kombes Raydian juga mengingatkan pemudik untuk menguasai rute yang akan di lalui agar bisa mengantisipasi.
Polda Jabar menyiapkan hotline mudik Polda Jabar dengan bisa menekan 110 jika mengalami kendala di perjalanan.
“Semoga arus balik bisa selamat dan sehat sesuai tagline mudik aman keluarga bahagia,” tutur Kombes Raydian.






