Polisi Tangkap 3 Remaja Bawa Senjata Tajam Diduga Hendak Tawuran di Babakan Ciparay Bandung

SindoJabar, BANDUNG – Polisi menangkap tiga remaja yang membawa senjata tajam diduga hendak tawuran di Gang Mama Tapa, Jalan Babakan Ciparay, Kelurahan Sukahaji, Kecamatan Babakan Ciparay, Kota Bandung, Kamis (30/7/2026).

Dari tangan tiga remaja itu, polisi menyita beberapa senjata tajam. Sebelum ditangkap, para remaja itu nongkrong sambil membawa senjata tajam di dalam gang pemukiman warga pada Rabu (29/7/2026) malam.

Video CCTV yang merekam aksi sok jagoan para remaja itu viral di media sosial (viral). Warga yang resah melaporkan aksi itu ke Polsek Babakan Ciparay.

Setelah menerima laporan, petugas Polsek Babakan Ciparay bergerak ke lokasi kejadian pada Kamis (30/7/2026) pagi. Hasilnya, petugas berhasil mengidentifikasi dan mengamankan tiga remaja di dalam video tersebut, berinisial MRS (15), HS (16), dan IR (17).

Kapolsek Babakan Ciparay Kompol Kurniawan mengatakan, hasil pemeriksaan sementara, para remaja tersebut sengaja membawa senjata tajam karena berniat melakukan tawuran di kawasan Jalan Peta.

“Hasil pemeriksaan dan keterangan para terduga pelaku, niat sekelompok remaja tersebut membawa senjata tajam memang untuk tawuran,” kata Kapolsek, Sabtu (1/8/2026).

Pembinaan

Selain mengamankan para pelaku, ujar Kompol Kurniawan, polisi juga menyita sejumlah barang bukti senjata tajam golok dan parang.

“Kami juga mengamankan barang bukti berupa golok, parang, dan pakaian para pelaku saat kejadian dan terekam kamera CCTV,” ujar Kompol Kurniawan.

Kapolsek menuturkan, setelah memeriksa ketiga remaja tersebut, Polsek Babakan Ciparay mengambil langkah pembinaan dengan melibatkan berbagai pihak.

Polisi memanggil orang tua masing-masing remaja, pengurus RT/RW setempat, dan pihak sekolah lantaran sebagian pelaku masih berstatus pelajar.

Para remaja juga di minta membuat surat pernyataan dan janji tidak akan mengulangi perbuatannya. Penandatangan surat perjanjian di saksikan keluarga, sekolah, dan pengurus lingkungan.

Selanjutnya, polisi mengembalikan ketiga remaja tersebut kepada orang tua masing-masing untuk di lakukan pembinaan dan pengawasan ketat.