SindoJabar.com – Polda Jabar memprediksi puncak arus mudik Lebaran tahun 2026 di wilayah Jawa Barat terjadi dua gelombang. Karena itu, Polda Jabar menyiapkan strategi dan rekayasa lalu lintas untuk mengurai kepadatan di Jawa Barat.
Kapolda Jabar Irjen Pol Rudi Setiawan mengatakan, Operasi Ketupat Lodaya 2026 berlangsung selama dua pekan, mulai 13 Maret hingga 25 Maret. Sedangkan puncak arus mudik lebaran tahun 2026 di perkirakan terjadi dua gelombang.
“Puncak arus mudik diperkirakan dua gelombang. Hari Sabtu dan Minggu (14-15 Maret). Kemudian 19-20 Maret,” kata Kapolda Jabar.
Begitu arus balik, ujar Irjen Rudi, akan terjadi dua gelombang. Yaitu, tanggal 24 dan 25 dan 27 dan 28 Maret.
Irjen Rudi mengapresiasi Gubernur Jabar Dedi Mulyadi yang telah memberikan dukungan dalam upaya memperlancar arus mudik.
“Gubernur Dedi Mulyadi meliburkan angkot, delman dan becak dengan pemberian konpensasi,” ujar Irjen Rudi.
Kapolda menuturkan, dalam pelaksanaan Operasi Ketupat Lodaya 2026, Polda Jabar mengerahkan 26.692 personel gabungan, terdiri atas 15.097 personel Polri dan 11.595 personel TNI.
Selain itu, Polda Jabar juga melibatkan personel dari berbagai instansi terkait di Pemprov Jabar.
Jabar Pergerakan Mudik Terbesar
Dalam Operasi Ketupat Lodaya 2026, Polda Jabar mendirikan 227 pos pengamanan, 79 pos pelayanan, dan 26 pos terpadu.
Pos-pos tersebut berfungsi sebagai pusat informasi, pengamanan kawasan keramaian, dan pengaturan lalu lintas selama masa arus mudik dan balik Lebaran.
“Pengamanan tidak hanya pada orang yang bergerak, tetapi juga terhadap rumah dan harta benda yang di tinggalkan mudik. Karena itu patroli di kawasan permukiman juga akan di perkuat,” kata Kapolda Jabar.
Irjen Rudi menyatakan, Kementerian Perhubungan memperkirakan Jawa Barat menjadi provinsi asal pergerakan pemudik terbesar secara nasional. Dengan potensi mobilitas mencapai sekitar 30,97 juta orang.
Karena itu, personel fokus melakukan pengamanan di sejumlah titik mobilitas tinggi. Seperti rest area, terminal, stasiun, bandara, dan jalan tol.
Juga, jalur arteri utama, seperti pantai utara (pantura), yang menjadi jalur pergerakan masyarakat selama arus mudik dan balik.






