SindoJabar.com – Ratusan mahasiswa unjuk rasa di depan kantor Bank Indonesia (BI) Perwakilan Jawa Barat, Jalan Braga, Kota Bandung Senin (15/6/2026). Mereka mendesak BI melakukan perbaikan kondisi ekonomi Indonesia.
Saat unjuk rasa berlangsung, mahasiswa sempat membakar ban di jalan. Namun, polisi memadamkan api dengan APAR.
Sementara, arus lalu lintas di depan Kanto BI Jabar, Jalan Braga ditutup. Arus kendaraan diarahkan ke Jalan Merdeka.
Puluhan petugas kepolisian menjaga ketat area masuk ke kantor Bank Indonesia. Sejumlah spanduk berisi tuntutan perbaikan ekonomi terpasang di pagar Kantor BI Perwakilan Jabar.
Ketua BEM Fakultas Hukum Universitas Pasundan (Unpas) Muamar Baasir mengatakan, selain Unpas, demonstrasi ini juga diikuti mahasiswa Universitas Jenderal Ahmad Yani (Unjani).
Dalam unjuk rasa tersebut, mahasiswa menyampaikan sejumlah tuntutan. “Hari ini kami menyampaikan beberapa poin tuntutan. Pertama, menguatnya Dolar AS dan melemahnya Rupiah,” kata Muamar.
Kedua, ujar Muamar, mahasiswa mempertanyakan sikap negara mengambil untuk menekan harga BBM. “Yang ketiga, masalah tata kelola MBG,” ujar Muamar.
Menurut Muamar, mahasiswa juga mengkritik militerisme yang represif kepada masyarakat.
“Jadi, ke mana sebenarnya negara demokrasi ini? Hari ini kita mahasiswa bertanya, apakah negara hari ini masih demokrasi atau birokasi?” tutur Muamar.
“Rezim hari ini sudah bertindak sangat seenaknya. Melanggar aturan, melanggar konstitusi,” ucapnya.
Muamar mengatakan, mahasiswa mendesak Bank Indonesia mengambil langkah strategis menekan nilai tukar Dolar AS.
Bebaskan Mahasiswa Unjani
Sementara itu, Wakil Ketua BEM Fakultas Ilmu Teknologi Kesehatan (Fitkes) Unjani Zihan Fitriyani mengatakan, berbagai masalah mendera Indonesia saat ini.
Seperti, program makan bergizi gratis (MBG) yang menghabiskan anggaran negara. Sedangkan anggaran pendidikan dan kesehatan terkuras habis.
Sedangkan implementasi dari program tersebut (MBG), kata Zihan, tidak jelas ke mana arahnya. Lalu terkait rupiah yang melemah. Memang itu adalah isu global.
“Namun sampai saat ini tidak ada kebijakan atau kebijakan penjelasan dari dan transparansi dari pemerintah,” kata Zihan.
Zihan juga menyoroti Undang undang Polri yang memberikan peluang anggota aktif dapat menduduki jabatan sipil. Padahal itu melanggar.
Dia mengecam aparat kepolisian yang menahan salah satu mahasiswa Unjani. “Bebaskan kawan kami! Bebaskan kawan kami!” ujarnya.






