Satpam Tewas Tenggelam di Waduk Jatiluhur Purwakarta, Diduga Korban Pembunuhan Gengster

SindoJabar, BANDUNG – Tragis nasib satpam berinisial S (42). Korban S tewas tenggelam di Waduk Jatiluhur, kawasan Tanggul Kayat, Desa Kembang Kuning, Kecamatan Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta pada Jumat (24/7/2026) siang.

Ada dugaan S menjadi korban pembunuhan yang di lakukan sekelompok pemuda anggota gengster. Para pelaku dendam terhadap korban S yang pernah menegur mereka saat sedang nongkrong hingga tengah malam.

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Hendra Rochmawan membenarkan peristiwa penemuan jenazah korban S yang tenggelam di Waduk Jatiluhur.

Saat ini Polres Purwakarta masih melakukan penyelidikan secara menyeluruh untuk mengungkap penyebab pasti kematian korban.

“Benar peristiwa tersebut sedang dalam penanganan Polres Purwakarta,” kata Kabid Humas, Sabtu (25/7/2026).

Kombes Hendra menjelaskan, saat ini penyidik masih melakukan serangkaian penyelidikan dengan memeriksa saksi-saksi, mengumpulkan barang bukti, menganalisis rekaman CCTV, dan menunggu hasil autopsi.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak berspekulasi. Berikan kepercayaan kepada penyidik untuk mengungkap fakta sebenarnya,” ujar Kombes Pol Hendra.

Dua Tangan Korban Terborgol

Polres Purwakarta, tutur Kabid Humas, akan melakukan proses penyelidikan secara profesional, objektif, dan berdasarkan alat bukti dan hasil penyelidikan secara ilmiah.

“Setiap perkembangan penanganan perkara akan kami sampaikan kepada publik setelah penyidik memperoleh fakta yang dapat di pertanggungjawabkan,” tutur Kabid Humas.

Kombes Hendra mengatakan, korban S pertama kali di temukan oleh seorang satpam yang melihat tubuh korban tenggelam di perairan.

“Kemudian, saksi melaporkan temuan tersebut kepada warga setempat dan di teruskan kepada aparat kepolisian,” ucap Kombes Hendra.

Sebelum di temukan meninggal dunia, korban sempat di cari oleh rekan kerjanya karena sejak dini hari tidak dapat di hubungi. Saat di temukan, posisi korban dalam posisi telungkup di perairan. Petugas mendapati dua tangan korban terborgol ke belakang.

Polisi dari Polres Purwakarta melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengamankan barang bukti, meminta keterangan sejumlah saksi, dan mengevakuasi jenazah korban ke RSUD Bayu Asih untuk di autopsi.