Tol Cisumdawu Longsor di Km 207 A, Kendaraan dari Bandung ke Cirebon Keluar di GT Paseh

Headline, Jawa Barat68 Dilihat

SindoJabar.com – Jalan Tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu) longsor sepanjang 80 meter dengan kedalaman 2 meter di kilometer (Km) 207 A dari Bandung ke Cirebon.

Untuk sementara arus kendaraan dari Bandung ke Cirebon dialihkan dan polisi melaksanakan rekayasa lalu lintas contraflow.

Direktur Utama PT Citra Karya Jabar Tol (PT CKJT) Agustinus Sudrajat dalam keterangan tertulis mengatakan, saat ini Tol Cisumdawu atas diskresi kepolisian.

Polisi menutup main road KM 194 A. Petugas juga mengalihkan arus dari Bandung menuju Cirebon keluar di Gerbang Tol (GT) Paseh.

“Selain itu, polisi juga akan melaksanakan contraflow Jalur B (dari Cirebon ke Bandung) d Km 206+125 sampai Km 208+200,” kata Agustinus, Rabu (8/4/2026).

Agustinus menjelaskan, ruas Tol Cisumdawu Km 207 A masih dalam kondisi aman dan laik dilalui. Namun memang terjadi retak sliding di titik Km 207+300 sampai Km 207+400.

Selain rekayasa lalu lintas, ujar Agustinus, PT CKJT juga melakukan penanganan jangka pendek dengan memasang rambu peringatan dan pengurang kecepatan.

“Kami juga mengisi retakan dengan material aspal dan penutupan dengan terpal supaya air tidak masuk menambah beban pada timbunan,” ujarnya.

Menurut Agustinus, untuk penanganan jangka panjang, PT CKJT akan melakukan tahapan pengukuran topografi untuk memastikan lebar dan panjang penanganan.

Kemudian, melakukan penyelidikan tanah tambahan untuk identifikasi pelapisan tanah. Pengukuran instrumentasi inklinometer guna memastikan kedalaman bidang longsoran. Kemudian, melakukan analisa geoteknik untuk penentuan tipe perkuatan untuk penahan longsoran.

TOL CISUMDAWU
Polisi menutup Km197 Tol Cisumdawu dan mengalihkan arus kendaraan dari Bandung ke Cirebon di GT Paseh. (FOTO: Polsek Conggeang)

Penanganan Jangka Panjang

“Penanganan jangka panjang juga direncanakan menggunakan bore pile dengan kedalaman sekitar 30 meter, sepanjang kurang lebih 100 meter. Seluruh proses evaluasi dan perbaikan dilakukan sesuai dengan standar teknis dan prosedur keselamatan yang berlaku,” tutur Agustinus.

Agustinus mengatakan, longsor di Km 207+300-207+400 A terjadi karena hujan dengan intensitas tinggi beberapa waktu terakhir. Ada dugaan kesalahan sistem drainase di titik itu.

“Retakan ini kami identifikasi akibat hujan intensitas tinggi. Pascakejadian tersebut, kami langsung melakukan identifikasi dan evaluasi menyeluruh terhadap sistem drainase,” ucapnya.

Agustinus menegaskan, PT CKJT akan melakukan pemantauan lapangan secara berkala, khususnya di titik-titik
yang memiliki potensi risiko. Terlebih di tengah kondisi cuaca dengan intensitas hujan tinggi.

PT CKJT juga berkoordinasi dengan pihak terkait guna memastikan keandalan struktur jalan tol berfungsi baik dan bertahan dalam jangka panjang.