SINDOJABAR.COM – Cemburu sering dianggap normal dalam hubungan, dan bagi beberapa pasangan, bahkan dipandang sebagai tanda kepedulian, seolah-olah hubungan cinta tersebut tidak lengkap tanpa perasaan itu.
Sebagian orang menjadikan kecemburuan sebagai inti dari pemahaman dan menganggapnya sebagai ‘ikatan halus’ yang menghubungkan dua hati.
Namun kenyataannya, kecemburuan bukanlah ukuran cinta, dan juga bukan cara paling akurat untuk membuktikan kasih sayang.
Jika dibiarkan tanpa kendali, hal itu dapat berubah menjadi rasa tidak aman, ketegangan, dan pada akhirnya merusak hubungan yang telah Anda bangun.
Kecemburuan adalah emosi sementara yang muncul ketika seseorang merasa terancam atau tidak aman tentang diri mereka sendiri atau hubungan mereka.
Emosi dasar manusia adalah ketenangan. Kecemburuan muncul sebagai emosi sementara yang, jika tidak dikelola, dapat menyebabkan prasangka dan konflik.
Hal ini sering dikaitkan dengan perasaan tidak aman dalam hubungan.
BACA JUGA: Tips Memilih Produk Makeup yang Cocok untuk Kulit Sensitif
Cemburu yang berlebihan menyebabkan pasangan merasa terkekang hingga kehilangan kebebasan mereka, sehingga menciptakan stres terus-menerus dalam hubungan.
Tidak semua rasa cemburu atau iri itu negatif, sebagian juga bisa memberikan pengaruh positif jika memiliki mentalitas individu yang tepat.
Sementara kecemburuan berlebih sangat berbeda, yang bisa menyebabkan pasangan merasa sepenuhnya dikendalikan oleh tindakan mereka.
Munculnya media sosial dan aplikasi kencan juga menjadi pemicu baru bagi rasa iri hati.
Batasan digital yang sehat sangat penting dalam hubungan untuk membangun privasi digital tanpa menimbulkan kecurigaan dengan mempraktikkan keterbukaan dalam komunikasi.
Ada beberapa cara yang dapat dipraktikkan pasangan untuk mengendalikan perasaan cemburu guna menciptakan rasa nyaman dan saling menghormati batasan dalam hubungan. Cara-cara tersebut meliputi:
Kenali diri Anda: Pahami apa yang Anda butuhkan dalam sebuah hubungan dan apa yang membuat Anda merasa tidak aman.
- Komunikasi terbuka: Lakukan percakapan dari hati ke hati, tetapkan batasan yang jelas, dan akui emosi dengan dewasa.
- Jaga perilaku yang baik: Bersikap sopan dalam interaksi, hindari bahasa atau tindakan yang menimbulkan kecurigaan.
- Hormati pasangan Anda: Jaga kesetiaan emosional, tunjukkan kepercayaan, dan pastikan mereka tahu posisi mereka dalam hidup Anda.
- Carilah bantuan profesional: Jika hubungan tersebut beracun, terapi dapat membantu memulihkan kepercayaan, membangun komunikasi yang sehat, dan mengubah pola pikir negatif.***




