Gunung Dukono Erupsi, 2 Pendaki asal Singapura Tewas Tersapu Awan Panas

Headline, Nusantara23 Dilihat

SindoJabar.com – Gunung Dukono di Halmahera Utara erupsi, menyemburkan abu vulkanik setinggi 10.000 meter dari puncak kawah pada Jumat (8/5/2026). Akibat erupsi tersebut, dua pendaki asal Singapura tewas terpapar awan panas.

Selain menewaskan dua pendaki asal Singapura, erupsi Gunung Dukono juga menyebabkan sejumlah pendaki luka-luka.

Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Siti Sumilah Rita Susilawati mengatakan, pemerintah daerah setempat agar segera melakukan pengawasan lebih ketat terhadap aktivitas para pendaki.

Koordinasi dengan PVMBG pun harus ditingkatkan. “Kita terus meningkatkan koordinasi. Mengingatkan kehati-hatian kepada setiap orang yang akan beraktivitas di gunung tersebut,” kata Kepala PVMBG kepada wartawan.

Siti mengingatkan pendaki agar memantau terlebih dahulu status gunung sebelum melakukan pendakian.

Jika gunung yang didaki level Waspada, radius aman berjarak 4 kilometer dari kawah. Sebab, erupsi bisa terjadi tiba-tiba saat gunung berada di level Waspada.

“Mohon perhatikan wilayah sekitar gunung yang kami sampaikan 4 kilometer itu jangan mendekat ke arah sana. Karena gunung ini dalam kondisi aktif, bisa kapan saja erupsi,” ujar Siti Sumilah Rita Susilawati.

Siti menuturkan, sejauh ini, PVMBG telah membuat Peta Kawasan Rawan Bencana yang di bagi ke dalam tiga kawasan. Perihal Peta Kawasan Rawan Bencana itu dapat di cek langsung melalui laman PVMBG.

“Waspada itu bisa terjadi erupsi, bisa tidak. Tapi selama mengikuti arahan dari pemerintah, empat kilometer jangan mendekat, jangan beraktivitas,” tuturnya.

Kota Tobelo Terancam

Gunung Dukono, yang berada di Kecamatan Galela dan Tobelo, Halmahera Utara sempat mengalami penurunan aktivitas erupsi pada Agustus 2025.

Namun sejak 30 Maret 2026, aktivitas erupsi magmatik eksplosif meningkat secara signifikan dengan tercatat 199 kali erupsi.

Ketinggian kolom erupsi berkisar antara 50 hingga 400 meter dari puncak gunung.

Erupsi terbaru terjadi pada Jumat 8 Mei 2026 pukul 07.41 WIT, di sertai suara dentuman lemah hingga kuat.

Aktivitas ini terekam pada seismogram dengan amplitudo maksimum 34 mm dan durasi 967.56 detik.

Kolom erupsi terlihat berwarna putih, kelabu, hingga hitam dengan intensitas tebal, mencapai ketinggian sekitar 10.000 meter di atas puncak.

Arah sebaran abu vulkanik condong ke utara. Sehingga, warga di kawasan permukiman Kota Tobelo harus waspada karena berisiko terkena hujan abu vulkanik.