JAKARTA,Sindojabar.Com – Pecatur dari sejumlah negara mengikuti tournamen FIDE Rate Standard 30m + 30s yang digelar di Jakarta.
Mereka berasal seperti dari tuan rumah Indonesia, kemudian dari Malaysia, Singapura, Australia, dan Thailand, untuk mengikuti turnamen catur bergengsi Prof Achmad Tjachja Nugraha Cup.
Tournamen ini juga menjadi ajang membangun pengalaman, relasi, serta semangat persahabatan melalui olahraga catur. Serta wadah bagi generasi muda untuk mengembangkan potensinya.
“Anak muda membutuhkan wadah untuk tumbuh, belajar, berkompetisi, mengembangkan potensi, serta membangun karakter melalui olahraga,” kata Prof Achmad Tjachja Nugraha dalam keterangannya, Minggu (19/7/2026).
Menurutnya, kompetisi ini bekerjasama dengan Percasi, Speed Management Fide Rated dan Limo Chess Club. Agar memberikan kesempatan kepada generasi muda untuk menguji kemampuan dalam suasana yang sehat dan sportif.
Catur, lanjut dia, bukan sekadar permainan yang mempertemukan dua orang di atas papan. Tapi bagaimana mengatur strategi dan mengambil keputusan dengan cepat.
“Catur mengajarkan kita untuk berpikir sebelum mengambil keputusan, menyusun strategi, dan bertanggung jawab atas setiap langkah yang diambil,” ucapnya.
Setiap langkah dalam permainan catur menuntut konsentrasi, ketenangan, kesabaran, dan kemampuan membaca berbagai kemungkinan.
Nilai-nilai tersebut dinilai penting karena memiliki relevansi yang kuat dengan kehidupan sehari-hari.
Seseorang perlu berpikir secara matang sebelum mengambil keputusan dan memiliki keberanian untuk bertanggung jawab atas pilihan yang telah diambil.
Prof Achmad juga melihat kehadiran peserta dari sejumlah negara sebagai bagian penting dari semangat kompetisi dan persahabatan.
“Pertemuan para pecatur dari berbagai daerah dan negara menjadi kesempatan untuk saling belajar, membangun pengalaman, dan memperluas hubungan,” tuturnya.
Keberagaman peserta dalam kegiatan tersebut menunjukkan bahwa olahraga catur mampu menjadi bahasa universal yang mempertemukan orang-orang dari berbagai latar belakang.
Bagi generasi muda, pengalaman mengikuti kompetisi dapat menjadi bagian dari proses membangun kepercayaan diri dan mental berprestasi.
“Kompetisi ini diharapkan tidak hanya dapat dilihat sebagai sebuah kompetisi. Tapi sebagai ruang dimana generasi muda dapat dilatih untuk berpikir kritis, menyusun strategi, mengambil keputusan, serta menghadapi tantangan dengan tenang, juga belajar menghormati orang lain, dan bertanggung jawab atas setiap langkah kehidupan,” pungkasnya. (*)






