SindoJabar, BANDUNG-Wali Kota Bandung Muhammad Farhan membantah komunikasi dengan Wakil Wali Kota Bandung Erwin mengalami kendala.
Farhan memastikan, hubungan komunikasi keduanya tetap berjalan, bahkan sempat berbincang dalam kegiatan Hari Jadi Kota Bandung (HJKB) ke-216, Jumat (25/9/2026).
Baca Juga:Wakil Wali Kota Bandung Erwin Bantah Isu OTT, Hanya Diperiksa sebagai Saksi
Pernyataan Farhan disampaikan merespons keluhan Erwin mengenai komunikasi dan keterlibatannya dalam sejumlah kegiatan bersama organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota Bandung.
Farhan menegaskan tidak ada persoalan komunikasi antara dirinya dengan Erwin.
“Ah, biasa. Tadi ngobrol,” kata Farhan, Jumat (25/9/2026).
Menurutnya, persoalan pelibatan dinas perlu dilihat dari kondisi pemerintahan yang mulai memasuki akhir tahun. Saat ini, jajaran dinas tengah dikejar sejumlah kebutuhan anggaran yang mendesak sehingga konsentrasi kerja harus diarahkan pada penyelesaian persoalan teknis.
Baca Juga:Penetapan Tersangka Wakil Walkot Bandung dan RA, IPRC Minta Semua Pihak Hormati Proses Hukum
“Pada dasarnya, sekarang dinas itu kan sedang difokuskan mengejar pemenuhan anggaran yang betul-betul mepet,” ucapnya.
Farhan meminta, jajaran dinas tidak membagi konsentrasi dengan persoalan yang dinilainya bersifat politis.
Menurutnya, aparatur harus lebih dahulu fokus pada pekerjaan teknokratis agar target pemerintahan dapat diselesaikan sesuai batas waktu.
“Jadi saya minta dinas fokus-fokus saja dulu. Jangan terpecah fokusnya untuk masalah yang sifatnya politis. Biar dinas masuk ke teknokratis dulu,” katanya.
Farhan mengatakan, waktu penyelesaian pekerjaan pemerintahan semakin terbatas. Pemerintah Kota Bandung segera memasuki Oktober, sementara November menjadi masa krusial sebelum seluruh pekerjaan harus dirampungkan pada awal Desember.
“Karena kita ini sudah mulai masuk ke bulan Oktober. November sudah tinggal dua bulan, awal Desember semua harus sudah selesai,” jelasnya.
Selain persoalan waktu, kondisi anggaran juga menjadi perhatian. Farhan menyebut defisit anggaran membuat efisiensi harus ditingkatkan.
Karena itu, fokus jajaran dinas diarahkan pada pekerjaan yang berkaitan langsung dengan penyelesaian program serta pengelolaan keuangan.
“Sedangkan anggaran kita masih defisit. Artinya kan mesti ada efisiensi yang lebih tinggi. Nah kita fokus ke sana saja,” ungkapnya.
Terkait pembagian peran dengan Erwin, Farhan menegaskan kewenangan wali kota dan wakil wali kota telah diatur secara jelas. Pembagian tugas di lingkungan Pemkot Bandung juga telah mengacu pada ketentuan yang berlaku.
Baca Juga:Infrastruktur Jadi Prioritas, Farhan Genjot Perbaikan 17 Ruas Jalan
“Kalau pembagian tugas sesuai dengan aturan, clear,” ucapnya.
Farhan turut merespons kabar mengenai istri Erwin yang disebut tidak mendapat undangan dalam salah satu kegiatan. Menurutnya, persoalan undangan merupakan ranah protokoler.
“Nah, kalau itu tanyakan ke protokol. Yang saya tahu semuanya diundang,” pungkasnya.
Erwin Blak-blakan Tak Dilibatkan Farhan: Enggak Pernah Diajak Bicara
Sebelumnya, Wakil Wali Kota Bandung Erwin mengaku tidak lagi dilibatkan dalam kegiatan pemerintahan sejak awal masa jabatannya bersama Wali Kota Bandung Muhammad Farhan.
Erwin mengatakan, dirinya hanya sempat dilibatkan dalam sejumlah kegiatan pada awal pemerintahan. Setelah itu, keterlibatannya semakin berkurang hingga akhirnya tidak lagi dilibatkan.
“Sebenarnya semenjak dilantik itu memang sudah tidak dilibatkan. Awal-awal saja dilibatkan, ke sininya sudah tidak,” kata Erwin di Balai Kota Bandung Jumat (25/9/2026).
Erwin bahkan menyinggung foto dirinya yang disebut sudah tidak lagi muncul dalam sejumlah materi publikasi pemerintahan.
“Coba lihat di baliho Indonesia Raya, foto saya juga sudah tidak ada,” katanya.
Meski mengaku tidak dilibatkan, Erwin menyatakan dirinya tetap siap jika kembali diberi ruang untuk menjalankan tugas sebagai Wakil Wali Kota Bandung.
“Saya sudah bicara bahwa saya siap. Bagaimanapun kita maju bareng, berjuang bareng, dan berdarah-darah bareng,” ucapnya.
Erwin kemudian mengibaratkan kerja bersama dalam pemerintahan dengan perjuangan yang dilakukan bersama. Ia mengutip istilah ghanimah yang menurutnya semestinya diberikan kepada mereka yang ikut berjuang.
“Kalau kata Rasulullah, di saat kita berperang, kita mendapatkan ghanimah. Ghanimah ini harusnya diberikan kepada yang ikut berperang,” ujarnya.
Ketika ditanya mengenai komunikasi dengan Farhan selama ini, Erwin mengaku hampir tidak pernah berkomunikasi secara langsung. “Enggak pernah. Enggak pernah ngobrol, enggak pernah diajak bicara saya,” pungkasnya. (*YM)






