Suhu Udara Maksimum Bandung Tembus 35 Derajat Celcius, BMKG Beberkan Penyebabnya

SindoJabar, BANDUNG – Suhu udara maksimum pada siang hari di Kota Bandung tembus sampai 35 derajat Celsius. Suhu panas yang tak biasa bagi warga Bandung itu terjadi karena tidak ada tutupan awan di puncak musim kemarau saat ini.

“Sehingga sinar matahari langsung ke permukaan bumi,” kata Prakirawan BMKG Stasiun Klimatologi Asri Rachmawati kepada wartawan, Kamis (15/10/2026).

Asri menyatakan, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Bandung mencatat, kenaikan suhu udara itu tidak hanya terjadi di Kota Bandung sekitarnya. Tetapi di sejumlah wilayah Jawa Barat juga mengalami kenaikan suhu udara dalam sepekan terakhir.

Pada 8 Oktober 2026, ujar Asri, suhu udara maksimum di Kota Bandung sekitar 31,4 derajat celcius. Sedangkan pada 9 Oktober, turun sedikit menjadi 30,4 derajat celcius.

Kemudian pada 10 Oktober 2026 naik 32 derajat celcius. Lalu, 11 Oktober naik drastis menjadi 34 derajat celcius. Pada 12 Oktober, turun sedikit 32,6 derajat Celcius.

Suhu udara maksimum pada 13 Oktober, kembali naik jadi 33 derajat Celsius. Kemudian, pada Rabu 14 Oktober, suhu udara maksimum di Kota Bandung mencapai 35 derajat Celsius.

“Jadi, sepekan terakhir suhu udara di Bandung terasa lebih panas,” ujar Asri.

Tingkatkan Risiko ISPA

Selama sepekan terakhir, tutur Asri, memang tidak ada turun hujan di Kota Bandung dan sekitarnya, termasuk di sebagian besar wilayah Jawa Barat.

Selain itu, suhu panas juga dipengaruhi oleh faktor gerak semu matahari yang berada di atas Pulau Jawa. “Termasuk status indeks Enso kategori sangat kuat,” tutur Asri.

Menurut Asri, dampak dari suhu udara panas itu, meningkatkan risiko infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) akibat debu dan kekeringan.

“Selain itu risiko dehidrasi bagi masyarakat sehingga harus rajin memperbanyak konsumsi air putih,” ucap Asri.

Selain itu, ujar Asri, potensi kebakaran lahan (karhutla) juga meningkat. Sementara itu, perkiraan musim hujan pada November 2026.