SindoJabar, JAKARTA – Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) RI Tubagus Ace Hasan Syadzily hadir dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Forum Wartawan Kebangsaan (FWK) 2026 di Jakarta, Sabtu (24/10/2026).
Di acara itu, Kang Ace, sapaan akrab Gubernur Lemhannas, mengingatkan pentingnya membangun pers yang kritis, independen dan profesional dalam menyebarkan nilai-nilai kebangsaan.
Jurnalisme kebangsaan ini, kata Kang Ace, diperlukan untuk memperkuat ketahanan nasional di tengah persaingan antarbangsa yang ketat dan situasi geopolitik serba tidak pasti saat ini.
“Kita perlu membangun jurnalisme kebangsaan yang kritis karena cinta kepada bangsa, independen, profesional dan berintegritas,” kata Kang Ace pada Rakernas FWK di Jakarta, Sabtu (24/10/2026).
Rakernas FWK berlangsung dua hari, Sabtu-Minggu (24-25/10/2026). Hadir para pendiri dan pengurus FWK, termasuk 15 koordinator daerah (koorda) dari seluruh Indonesia.
Koordinator FWK, Raja Parlindungan Pane mengatakan, FWK didirikan sejumlah wartawan senior atas prakarsa Hendry Ch Bangun, mantan Wakil Ketua Dewan Pers 2019-2022 dan Ketua Umum PWI Pusat periode 2023-2025.
“Para pendiri FWK adalah wartawan yang sudah menjalani profesinya setidaknya 20 tahun, bersertifikat wartawan utama, dan memiliki kepedulian terhadap masalah kebangsaan,” kata Raja Pane.
Hendry CH Bangun mengatakan, FWK didirikan pada Oktober 2025, persis sekitar setahun lalu. Hendry menyebut kehadiran Gubernur Lemhannas Tubagus Ace Hasan Syadzily di Rakernas FWK ibarat botol ketemu tutupnya.
“FWK hadir untuk mengintegrasikan nilai-nilai profesional kewartawanan dengan etika kebangsaan,” kata Hendry Bangun.
Kursus Singkat di Lemhannas
Mengingat pentingnya jurnalisme kebangsaan dan peran strategis pers dalam menyebarluaskan nilai-nilai kebangsaan. Maka para wartawan, termasuk anggota FWK, akan di libatkan dalam kegiatan kursus singkat di Lemhannas RI.
“Saya menyambut baik ide dan spirit yang di kembangkan FWK. Ini sejalan dengan Program Pemantapan Nilai-nilai Kebangsaan Lemhannas,” tutur Kang Ace.
Gubernur Lemhannas mengatakan, kursus singkat mengenai nilai-nilai kebangsaan ini melibatkan birokrat, akademisi, tokoh masyarakat, TNI, Polri, dan unsur media atau wartawan.
Langkah Lemhannas ini di tandai lewat kerja sama dengan PWI Pusat, beberapa waktu lalu. “Kegiatan ini akan di perbanyak. Kursus ini gratis untuk wartawan,” ucap Gubernur Lemhannas di sambut tepuk tangan peserta Rakernas FWK.
Dalam rakernas FWK, hadir pula Sekjen PWI Pusat Martin Slamet, Ketum JMSI Dr Teguh Sentosa, dan Ketum FPRMI Bernadus Wilson.
Menurut Gubernur Lemhannas, pers menjadi salah satu instrumen penting untuk membangun risiliensi nasional.
Peran pers sangat strategis dalam membangun nilai-nilai kebangsaan. Apalagi di tengah masih lemahnya literasi digital masyarakat.
“Dalam kondisi seperti ini, masyarakat gampang sekali terpancing, tersulut, dengan berita-berita hoax dan ujaran kebencian,” ujar Kang Ace.
Kritik Berbasis Fakta
Gubernur Lemhannas menegaskan, resiliensi bukan berarti membatasi kritik. Justru masyarakat yang tangguh adalah masyarakat yang mampu melontarkan kritik berbasis fakta.
Mereka mampu mengoreksi kesalahan, dan mengambil keputusan berdasarkan informasi yang dapat di pertanggungjawabkan.
“Karena itu, kemerdekaan pers dan profesionalisme pers harus dipandang sebagai dua hal yang saling memperkuat,” ujar Kang Ace.
Di akhir acara rakernas, FWK menyampaikan dekralasi yang di bacakan oleh Sekjen FWK Dr Budi Nugraha. “Semoga FWK menjadi rumah bersama bagi wartawan yang memiliki integritas, keberanian, kepedulian sosial dan komitmen kebangsaan,” kata Budi Nugraha.






