SindoJabar, BANDUNG – Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mendorong pembangunan gedung konvensi atau convention center berkapasitas minimal 10.000 orang untuk memperkuat daya tarik Kota Bandung sebagai destinasi wisata berbasis Meeting, Incentive, Convention and Exhibition (MICE).
Menurutnya, Bandung memiliki berbagai fasilitas pendukung untuk menggelar pertemuan, konferensi, dan pameran berskala nasional maupun internasional. Namun, kapasitas tempat penyelenggaraan acara berskala besar masih perlu ditingkatkan.
Baca Juga:Debit Air Baku Turun 40 Persen, Perumda Tirtawening Kota Bandung Siapkan 19 Mobil Tangki
“Bandung harus dibangun sebuah convention yang bisa menampung minimal 10.000 orang,” kata Farhan saat menghadiri Musyawarah Nasional (Munas) Indonesian Marketing Association (IMA) UMKM & Tourism Award 2026 di El Hotel Bandung, Sabtu (24/10/2026).
Farhan mengatakan, pembangunan gedung konvensi membutuhkan dukungan data mengenai tingginya permintaan kegiatan MICE di Kota Bandung. Data penyelenggaraan berbagai acara menjadi salah satu pertimbangan penting bagi investor sebelum menanamkan modal.
Karena itu, ia berharap penyelenggaraan Munas IMA dapat menjadi momentum untuk menunjukkan potensi Bandung sebagai lokasi kegiatan berskala besar sekaligus memperkuat daya tarik investasi.
Baca Juga:Industri Geospasial Nasional Diuntungkan dengan Hadirnya Proyek Pemetaan ILASPP
Menurut Farhan, pengembangan sektor MICE berpotensi memberikan dampak ekonomi yang luas. Selain meningkatkan kunjungan wisatawan, kegiatan tersebut dapat menggerakkan sektor perhotelan, restoran, transportasi, hingga usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Ia juga berharap para praktisi pemasaran yang tergabung dalam IMA dapat berkolaborasi dengan Pemerintah Kota Bandung untuk memperluas promosi pariwisata Bandung di tingkat nasional maupun internasional.
“Saya sangat berharap para ahli marketing ini nanti akan bermitra dengan Kota Bandung untuk pengembangan memasarkan Kota Bandung itu ke seluruh Indonesia, bahkan kalau perlu ke seluruh dunia,”ungkapnya.
Farhan menilai, Bandung memiliki potensi besar untuk menarik wisatawan nusantara. Namun, potensi tersebut perlu dioptimalkan melalui diversifikasi produk wisata, termasuk pengembangan wisata berbasis pertemuan dan konvensi.
Baca Juga:Melayani Sepenuh Hati, Pegadaian Sabet Top CX Brand Award 2026
Farhan berharap, hubungan antara Pemkot Bandung dan IMA semakin erat setelah pelaksanaan Munas. Kolaborasi tersebut diharapkan melahirkan inovasi pemasaran yang mampu meningkatkan daya saing Bandung sebagai destinasi MICE.
Sementara itu, Ketua Indonesian Marketing Association Suparno Djasmin menilai Bandung memiliki fasilitas yang memadai untuk mendukung penyelenggaraan rapat dan konvensi.
Ketersediaan infrastruktur transportasi, hotel, akomodasi, restoran, serta berbagai fasilitas pendukung menjadi modal penting bagi Bandung untuk mengembangkan sektor MICE.
Menurut Suparno, peningkatan kapasitas dan jumlah fasilitas penyelenggaraan acara dapat membuka peluang bagi Bandung untuk menjadi tuan rumah lebih banyak kegiatan berskala besar.
Baca Juga:APBD Jabar 2027, Ratnawati Tekankan Pentingnya Sinergi DPRD-Pemprov
“Bandung memiliki fasilitas yang sangat baik untuk kami melakukan rapat maupun konvensi. Infrastruktur, transportasi, hotel, akomodasi, restoran, dan semua kebutuhan untuk dilakukannya meeting yang baik tersedia di Bandung,” katanya. (*YM)






