DPRD Jabar Dorong Peningkatan Fasilitas dan Dukungan Operasional Sekolah

SindoJabar, BANDUNG – Anggota Komisi V DPRD Jawa Barat, A. Yamin, mendorong peningkatan fasilitas pembelajaran dan dukungan biaya operasional sekolah sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pendidikan di Jawa Barat.

Menurutnya, pembenahan pendidikan perlu dilakukan secara menyeluruh, mulai dari ketersediaan sarana dan prasarana, penguatan manajemen sekolah, hingga dukungan terhadap tenaga pendidik agar proses belajar mengajar berjalan optimal.

Baca Juga:IKA UPI Kritik Rencana Pembelajaran Online Imbas Krisis Energi Global

“Pendidikan ini tidak hanya soal bangunan atau fasilitas. Manajemen sekolah, kepastian kepemimpinan, kualitas guru, dan dukungan operasional juga harus berjalan bersama,” ujarnya, Rabu (28/10/2026).

Sebagimana informasi sekitar 80 hingga 100 SMA, SMK, dan SLB di Jawa Barat masih dipimpin pelaksana tugas (Plt.) kepala sekolah. Keberadaan Plt. kepala sekolah di puluhan satuan pendidikan tersebut perlu mendapat perhatian serius dari pemerintah provinsi.

A. Yamin menilai, kepastian kepala sekolah definitif perlu menjadi salah satu agenda evaluasi pemerintah provinsi. Dengan kepemimpinan yang jelas, sekolah diharapkan dapat menjalankan program pendidikan secara terarah dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada peserta didik.

Baca Juga:A Yamin Minta Fasilitas Sekolah Negeri di Jabar Diperkuat

Selain persoalan kepemimpinan, A. Yamin juga menyoroti keterbatasan fasilitas pembelajaran dan dukungan biaya operasional sekolah.

Dia menerima keluhan mengenai dukungan operasional dari pemerintah provinsi yang perlu mendapat perhatian lebih lanjut.

Menurutnya, kualitas pendidikan tidak cukup hanya mengandalkan keberadaan gedung sekolah. Pemerintah juga perlu memastikan ketersediaan fasilitas yang memadai, dukungan anggaran operasional, serta sumber daya manusia yang mampu menunjang proses pembelajaran.

Baca Juga:A. Yamin Soroti Kebutuhan Dasar Warga, Dorong Peningkatan Layanan Kesehatan hingga Penyediaan TPU

“Langkah ini bertujuan mendorong evaluasi terhadap kondisi sekolah di lapangan sekaligus merumuskan tindak lanjut bersama pihak terkait,” pungkasnya. (*)