sindojabar.com – Pemprov Jawa Barat berhasil menurunkan prevalensi stunting sebesar 5,8 persen. Pada 2024 stunting di Jabar sebesar 21,7 persen kini menjadi 15,9 persen.
Wagub Jawa Barat, Erwan Setiawan mengatakan penurunan stunting secara signifikan tersebut, merupakan efektivitas berbagai program percepatan penurunan stunting di daerah.
Baca Juga:Sekretariat DPRD Jabar Terapkan WFH Mulai 2026, Sasar Pegawai Kurang Produktif
Erwan menegaskan, selama lima tahun kepemimpinan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dan dirinya, Pemprov Jabar berkomitmen untuk terus menekan angka stunting hingga tidak ada kasus baru.
“Selama lima tahun kepemimpinan kami, kami menargetkan tidak ada lagi kasus stunting baru atau zero stunting di Jawa Barat,” kata Erwan saat usai menerima penghargaan Jabar Provinsi Penurunan Prevalensi Stunting Terbaik I dari Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), di Gedung Kementerian Kesehatan, Jakarta, Rabu (12/11/2025).
Momentum Hari Kesehatan Nasional hari ini menjadi pengingat penting bahwa keberhasilan menurunkan angka stunting bukan hanya soal data, tetapi juga hasil nyata dari kerja bersama untuk mewujudkan generasi Jabar yang sehat, kuat, dan berdaya saing.
Baca Juga:Ribuan Warga Terdampak, BPBD Jabar Tangani Banjir Cisolok Sukabumi
Acara tersebut turut disaksikan oleh Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka yang memberikan apresiasi kepada daerah-daerah dengan capaian signifikan dalam penurunan angka stunting.
Sementara itu, Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah dalam mempercepat penurunan angka stunting. Pemerintah menargetkan prevalensi stunting nasional dapat turun hingga 14,2 persen pada tahun 2029.
Baca Juga:PHK di Jabar Tertinggi Nasional, Legislator Desak Disnakertrans Cari Solusi Konkret
Untuk mencapai target tersebut, Wapres Gibran mendorong penguatan koordinasi lintas sektor serta konsistensi pelaksanaan program intervensi gizi di setiap daerah.
“Provinsi Jawa Barat menjadi salah satu contoh dengan penurunan paling signifikan, yakni sebesar 5,8 persen dalam satu tahun,” ujar Wapres Gibran.
Baca Juga:Pegadaian Kanwil X Jawa Barat Berbagi Emas di Hari Pelanggan Nasional
Penurunan prevalensi stunting Indonesia menjadi 19,8 persen pada tahun 2024 menjadi bukti nyata keberhasilan kerja kolaboratif berbagai pihak. Angka tersebut juga lebih baik dari proyeksi Bappenas sebesar 20,1 persen, atau setara penurunan sekitar 357 ribu anak dibandingkan tahun sebelumnya. (Abd)






