Simak 5 Tips Beli Usaha Franchise agar Sukses dan Sejahtera

SindoJabar.com – Usaha waralaba atau franchise yang telah berkembang bisa menjadi salah satu alternatif pilihan usaha. Namun untuk memutuskan membeli satu dari sekian banyak usaha waralaba itu, membutuhkan pengetahuan cukup.

Ketua Umum Himpunan Kemitraan dan Peluang Usaha Indonesia (HIKPI) dan CEO DK Consulting Djoko Kurniawan memberikan lima tips membeli brand waralaba agar sukses dan sejahtera.

Simak lima tips itu agar terhindar dari membeli brand franchise atau waralaba bodong atau tidak bagus.

Tips pertama, kata Djoko, kunjungi salah satu outlet franchise tersebut. Outletnya ramai atau tidak. Saat pameran, calon pelaku usaha mendapatkan analisis atau prospektif bisnis.

Di dalam analisis bisnis, kata Djoko, terdapat rincian modal usaha, profit per bulan, dan jumlah konsumen yang datang per hari.

Tips kedua, cocokkan data analisa atau prospektif bisnis itu dengan kenyataan di lapangan. Tongkrongi outletnya. Misalnya, dalam waktu setengah hari.

Jika dikatakan sehari laku 200 cup, tapi dalam waktu setengah hari hanya laku lima cup, mungkinkah sisa waktu setengah hari datang 195 orang pembeli?

“Kan gak mungkin. Maka enggak cocok. Jangan beli (franchise) yang tidak dengan analisis bisnis,” kata Djoko seusai acara takshow “Franchise System Business Multiplication” di Graha KADIN Kota Bandung, Kamis (15/1/2026).

Tanyakan Semua Hal Seputar Franchise

Ketiga, ujar Djoko, cek kredibilitas franchise di online bagus atau tidak. Keempat, kunjungi kantor pusat usaha franchise tersebut. Kelima, tanyakan semua hal seputar franchise tersebut yang ingin diketahui.

“Kalau ditanya satu hal saja mereka kelihat kesal, maka sudah lah, lupakan saja,” ujar Djoko.

Djoko mengingatkan masyarakat tidak salah dalam membeli usaha waralaba dan kemitraan. Masyarakat harus cermat dalam memilih dan jangan hanya tergiur oleh iming-iming yang terlalu berlebihan.

“Teliti legalitas, kekuatan brand, kelengkapan standard operating prodecures (SOP), lokasi kantor pusat, perjanjian kerja sama (hak dan kewajiban), rekam jejak pemilik usaha,” tuturnya.

IFBEX 2026 Bangun Ekosistem Waralaba

Ketua Umum HIKPI dan CEO DK Consulting Djoko Kurniawan mengatakan, bagi calon pelaku usaha yang berminat membeli franchise, sebaiknya kunjungi International Franchise and Business Exchange Expo (IFBEX) 2026.

Pameran franchise, kemitraan, dan peluang usaha terbesar di Jawa Barat itu berlangsung di Graha Manggala Siliwangi selama tiga hari 6-8 Februari 2026.

“IFBEX 2026 hadir di Bandung bertujuan membangun ekosistem bisnis waralaba, kemitraan, peluang usaha yang terintegrasi di Indonesia, melahirkan wirausahawan baru dan memajukan produk lokal,” kata Djoko.

IFBEX 2026 Bandung di gagas oleh PT Myevent Promosindo Asia bersama HIKPI, DK Consulting Group, Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Jawa Barat, dan Asosiasi Pengusaha Teknologi Informasi dan Komunikasi (APTIKNAS).

Pameran ini akan di buka dan di resmikan oleh Menteri Perdagangan Republik Indonesia Dr Budi Santoso MSi bersama Ketum Kadin Jabar Almer Faiq Rusydi.

“IFBEX 2026 mendapat dukungan dari Kementerian Perdagangan RI dan Kementerian Ekonomi Kreatif RI serta berbagai komunitas bisnis dan universitas di Jawa Barat,” ujar Djoko.

100 Brand Franchise-10.000 Pengunjung

”Kami ingin agar pelaku bisnis memiliki pameran yang tepat untuk memasarkan produk, sekaligus mendapatkan edukasi bisnis hingga mengikuti mentoring dan kurasi produk,” tuturnya.

Djoko mengajak warga Jawa Barat hadir di pameran franchise dan bisnis terbesar ini karena banyak pilihan investasi.

Selain itu, banyak acara di panggung utama. Seperti, final kompetisi proposal bisnis mahasiswa, talkshow edukasi bisnis, talkshow brand terkenal, dan entertainment atau hiburan menarik.

“Pameran ini sangat cocok untuk para investor, generasi muda yang ingin mulai berbisnis, pensiunan yang ingin mulai karier kedua dengan berbisnis, dan semua orang yang ingin belajar bisnis,” ucap Djoko.

CEO PT Myevent Promosindo Asia Karen Wiraraharja mengatakan, IFBEX 2026 di gelar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia melalui penguatan sektor waralaba.

Kemudian, kemitraan, peluang usaha, lisensi, keagenan, sistem distribusi, dan brand pendukung bisnis.

“Kami ingin menjadi jembatan antara para investor dengan brand potensial yang siap berkembang, juga untuk mendukung ekosistem waralaba yang lebih baik” kata Karen.

IFBEX 2026 Jadi Ekosistem Bisnis Terpadu

Menurut Karen, IFBEX telah berkembang menjadi ekosistem bisnis terpadu yang mempertemukan pelaku usaha dari berbagai industri.

IFBEX 2026 menargetkan lebih dari 10.000 pengunjung dan investor selama tiga hari penyelenggaraan. Pameran ini menghadirkan 100 brand franchie ternama dari berbagai industri.

Pengujung pameran merupakan calon investor dari berbagai kalangan. Seperti, pensiunan, pemilik modal, dan mahasiswa.

Djoko memastikan, brand-brand franchise peserta IFBEX 2026 Bandung telah terkurasi dengan baik.

Penyelenggara tidak akan mengundang brand franchise yang tengah berkasus di kepolisian.

“Jika pemilik franchise tengah berkasus, sudah jadi tersangka, bahkan terdakwa, tidak kami ajak berpameran di IFBEX,” tegas Djoko.

Tiket masuk IFBEX 2026 Bandung sangat terjangkau, yaitu, Rp20.000 per orang. Dengan harga tiket tersebut, pengunjung akan mendapatkan berbagai promo menarik.

Seperti, potongan harga untuk investasi hingga ratusan juta rupiah, program cicilan kemitraan, voucher, hingga hadiah gratis.

Selain pameran dan edukasi bisnis, IFBEX 2026 juga akan dimeriahkan oleh live music, kampanye artis, dan sesi jejaring bisnis.

Para pengunjung juga berkesempatan memperoleh souvenir ’bag’ dari IFBEX. Sedangkan investor yang bertransaksi berpeluang memenangkan doorprize spektakuler berupa sepeda motor, emas, dan uang tunai.

IFBEX 2026 di harapkan menjadi ajang strategis untuk memperkuat ekosistem bisnis Jawa Barat, memperluas jaringan kemitraan, dan melahirkan lebih banyak entrepreneur muda yang siap bersaing di tingkat nasional dan global.

Ketua Umum Kadin Jabar Almer Faiq Rusydi yang diwakili oleh Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Perindustrian Perdagangan UMKM dan Koperasi Kadin Jabar Ian Syarif menilai IFBEX 2026 memiliki arti penting dalam mencetak wirausaha baru.

Karena itu, KADIN Jabar mendukung penyelenggaraan IFBEX 2026 di Kota Bandung. “Indonesia harus mencetak lebih banyak lagi wirausaha untuk bisa menjadi negara maju,” kata Ian Syarief.

Bisnis Waralaba Dorong Ekonomi Nasional

Ketua HIPKI dan CEO DK Consulting Group Djoko mengatakan, data Kementerian Perdagangan RI menunjukkan persebaran bisnis waralaba masih terpusat di Pulau Jawa, khususnya Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Banten.

Sementara bidang usaha yang paling banyak di waralabakan adalah makanan dan minuman sebesar 47,92 persen. Di ikuti ritel, pendidikan nonformal, kecantikan, laundry, dan sektor lainnya.

Pada 2024, omzet bisnis waralaba di Indonesia mencapai Rp143,25 triliun dan menyerap hampir 98.000 tenaga kerja.

“Fakta ini membuktikan betapa besarnya potensi waralaba untuk mendorong ekonomi nasional dan membuka lapangan kerja baru,” kata Djoko.

Saat ini, banyak brand waralaba dan kemitraan dari luar negeri yang masuk ke Indonesia dan potensi lokal masih belum digali secara optimal.

“HIPKI mendorong pemerintah memperketat perizinan waralaba luar negeri dan memberikan intensif bagi waralaba dalam negeri,” ujar Djoko.

Djoko menuturkan, banyak produk lokal Jawa Barat berpotensi menjadi brand nasional bahkan internasional jika dikelola dengan manajemen baik.

Seperti, batagor, seblak, mi kocok, cuanki, hingga karedok. Berdasarkan data, dari sekian juta usaha di Indonesia, namun yang berbentuk waralaba baru 200.

Karena itu, HIPKI, KADIN Jabar, serta Dinas Koperasi dan UMKM Jabar berkomitmen membuka kelas pendampingan waralaba di Jawa Barat. Ini akan menjadi sekolah waralaba di Indonesia.

“IFBEX, HIKPI, dan DK Consulting selalu mendukung produk lokal yang ingin menjadi brand besar. Saya yakin brand lokal bisa mendunia jika ada kolaborasi semua pihak,” kata Djoko.