Israel Terus Lakukan Genosida, Umat Islam Bandung Raya Desak Indonesia Keluar dari BoP

Jawa Barat117 Dilihat

SindoJabar.Com – Tragedi kemanusiaan paling memilukan abad ini terjadi di Jalur Gaza, Palestina. Sampai saat ini, rezim zionis Israel masih melakukan genosida terhadap rakyat sipil Palestina yang tak berdosa.

Menyikapi tragedi kemanusiaan itu, puluhan umat Islam se-Bandung Raya menggelar aksi solidaritas Palestina di gedung DPRD Jawa Barat, Jumat (13/2/2026).

Massa mendesak dunia menghentikan kekejian Israel dan mematuhi gencatan senjata permanen demi melindungi warga sipil Palestina. Mereka juga mendesak Indonesia keluar dari Board of Peace (BoP).

Koordinator aksi dari Aliansi Bela Palestina Boikot Israel (Ababil) Dani Muhammad Hamdan (48) mengatakan, genjatan senjata di tengah genosida Israel terhadap Palestina tidak berjalan sesuai kesepakatan.

“Israel melanggar kesepakatan itu. Dalam 4 bulan terakhir, sekitar 1.620 pelanggaran dilakukan Israel terhadap rakyat Palestina,” kata Dani.

Jumlah korban kekejian zionis dalam dua bulan terakhir sangat banyak. Setidaknya 500 warga Gaza menjadi korban meninggal dan mayoritas adalah rakyat sipil.

“Kami melihat genjatan senjata hanyalah sebuah ilusi,” ujarnya.

Karena itu, tutur Dani, aksi ini digelar untuk mengingatkan pihak-pihak yang terlibat agar berkomitmen terhadap genjatan senjata.

Selama genjatan senjata, segala bentuk agresi, serangan militer, eskalasi konflik dilarang.

“Kami mengingatkan semua pihak untuk betul-betul berkomitmen terhadap genjatan senjata,” tuturnya.

Board of Peace dan Strategi Israel

Dadan menuturkan, Board of Peace (BOP), badan kedamaian dunia, berpotensi dimanfaatkan oleh Israel untuk melancarkan strategi tersembunyi.

Apalagi Palestina tidak tergabung dalam badan tersebut. “Lucunya adalah ketika mereka (BOP) meminta Hamas menarik senjata, tetapi Israel tidak. Kami melihat (BoP) ini sandiwara,” ucap Dani.

Terkait dukungan Indonesia terhadap kemerdekaan Palestina dan perdamaian dunia dengan mengirimkan 8.000 pasukan ke Gaza, Palestina, Dadan menilai jangan sampai jadi propaganda usang.

“Tugas pokok dan fungsi pasukan tersebut harus jelas ketika berada di medan perang. Kami tak ingin ribuan pasukan itu menjadi alat propaganda,” ujarnya.

Dani berharap Presiden RI Prabowo Subianto mengambil langkah tepat dan netral. Sebaiknya Indonesia keluar dari BoP.

“Kami berharap Presiden Prabowo, presiden kita segera keluar dari BOP. Sebab kami tidak melihat ada kemaslahatan di sana. Kami menginginkan Indonesia lebih baik bersikap netral,” tutur Dani.