SindoJabar.com – Imbas kejadian Tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu) Km 207+300-207+400 A arah Bandung ke Cirebon longsor pada Rabu (8/4/2026), polisi akan memberlakukan contraflow selama empat bulan.
Saat ini, perbaikan di titik longsor sepanjang 80 meter dengan kedalaman 2 meter sedang berlangsung.
“Iya, tiga sampai empat bulan (contraflow). Sampai selesai pekerjaan (perbaikan). Itu perkiraan dari pihak kontraktor, 3 sampai 4 bulan (proses perbaikan),” kata Kanit 3 PJR Tol Cisumdawu Iptu Deni Ruchyat kepada wartawan, Jumat (10/4/2026).
Iptu Deni menjelaskan, panjang contraflow yang diberlakukan sepanjang 2,2 kilometer, dari Km 206+125 sampai dengan Km 208+200.
Menurut Iptu Deni, selama pelaksanaan contraflow, polisi melakukan penjagaan 24 jam dari titik awal contraflow sampai titik akhir.
Dia mengimbau masyarakat pengguna Tol Cisumdawu mematuhi rambu lalu lintas saat memasuki jalur contraflow.
Selain itu mengimbau masyarakat mengurangi kecepatan, terutama saat terjadi hujan, di dalam tol.
“Atur kecepatan, dan patuhi rambu-rambu lintas yang kami siapkan. Jadi sebelum contra flow, saat di jalur tol dan pas keluar, tolong di pantau ya, tetap fokus,” tuturnya.
Saat Hujan Kecepatan 40-50 Km
Iptu Deni mengingatkan, saat hujan, para pengendara sebaiknya mengurangi kecepatan laju kendaraan hingga rata-rata 40-50 kilometer (km) per jam.
“Saat hujan, kecepatan jangan lebih dari 40-50 kilometer. Kadang-kadang ada beberapa titik yang turun kabut kalau sore kan,” ucap Iptu Deni.
Sebelumnya, jalan Tol Cisumdawu longsor sepanjang 80 meter dengan kedalaman 2 meter di kilometer (Km) 207 A dari arah Bandung ke Cirebon, Rabu (8/4/2026) malam.
Untuk sementara arus kendaraan dialihkan dan polisi melaksanakan rekayasa lalu lintas contraflow.
Direktur Utama PT Citra Karya Jabar Tol (PT CKJT) Agustinus Sudrajat dalam keterangan tertulis mengatakan, saat ini Tol Cisumdawu atas diskresi kepolisian.
Polisi menutup main road KM 194 A. Petugas juga mengalihkan arus dari Bandung menuju Cirebon keluar di Gerbang Tol (GT) Paseh.
“Selain itu, polisi juga akan melaksanakan contraflow Jalur B (dari Cirebon ke Bandung) d Km 206+125 sampai Km 208+200,” kata Agustinus, Rabu (8/4/2026).
Agustinus menjelaskan, ruas Tol Cisumdawu Km 207 A masih dalam kondisi aman dan laik dilalui. Namun memang terjadi retak sliding di titik Km 207+300 sampai Km 207+400.
Penyebab Longsor
Selain rekayasa lalu lintas, ujar Agustinus, PT CKJT juga melakukan penanganan jangka pendek dengan memasang rambu peringatan dan pengurang kecepatan.
“Kami juga mengisi retakan dengan material aspal dan penutupan dengan terpal supaya air tidak masuk menambah beban pada timbunan,” ujarnya.
Menurut Agustinus, untuk penanganan jangka panjang, PT CKJT akan melakukan tahapan pengukuran topografi untuk memastikan lebar dan panjang penanganan.
Kemudian, melakukan penyelidikan tanah tambahan untuk identifikasi pelapisan tanah, pengukuran instrumentasi inklinometer guna memastikan kedalaman bidang longsoran, dan analisa geoteknik untuk penentuan tipe perkuatan untuk penahan longsoran.
“Penanganan jangka panjang juga direncanakan menggunakan bore pile dengan kedalaman sekitar 30 meter, sepanjang kurang lebih 100 meter. Seluruh proses evaluasi dan perbaikan dilakukan sesuai dengan standar teknis dan prosedur keselamatan yang berlaku,” tutur Agustinus.
Agustinus mengatakan, longsor di Km 207+300-207+400 A terjadi karena hujan dengan intensitas tinggi beberapa waktu terakhir. Ada dugaan kesalahan sistem drainase di titik itu.
“Retakan ini kami identifikasi akibat hujan intensitas tinggi. Pascakejadian tersebut, kami langsung melakukan identifikasi dan evaluasi menyeluruh terhadap sistem drainase,” ucapnya.






