Dua Bobotoh Meninggal Dunia Dalam Rangkaian Perayaan Juara Persib di Kota Bandung

Sindojabar.com – Dua bobotoh meninggal dunia dalam rangkain perayaan juara Persib di Kota Bandung.  diketahui puncak perayaan  juara persib dilaksanakan di jalan Asia Afrika, Kota Bandung, Minggu (24/5/2026).

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mengungkapkan keprihatinannya atas adanya korban jiwa akibat kecelakaan lalu lintas yang diduga dipicu konsumsi minuman keras selama perayaan berlangsung. Ia menyebut, korban meninggal dunia bertambah menjadi dua orang.

“Semalam ditemukan lagi korban wafat yang kedua. Kecelakaan lalu lintas karena minuman keras lagi,” ujar Farhan, Senin (25/5/2026).

Baca Juga: Direktur Utama Bank BJB, Yusuf Saadudin, Meninggal Dunia di Usia 52 Tahun

Temuan di lapangan juga menunjukkan tingginya konsumsi miras selama perayaan. Dalam dua malam terakhir, petugas mendapati sampah botol minuman keras hingga mencapai satu mobil pick up. Kondisi ini dinilai menjadi indikator kuat perlunya penindakan lebih tegas.

Pemkot Bandung, lanjut Farhan, akan berkoordinasi dengan aparat kepolisian untuk menggelar razia besar-besaran terhadap peredaran miras ilegal. Penertiban akan difokuskan pada jalur distribusi dan penjualan yang tidak memiliki izin.

“Kita akan habis-habisan. Yang ilegal-ilegal kita sikat semua,” ungkapnya.

Selain itu, Pemkot Bandung memastikan tidak akan ada lagi kegiatan perayaan besar terkait Persib dalam waktu dekat.

Di sektor kebersihan, Pemkot mencatat adanya peningkatan volume sampah hingga sekitar 10 persen selama dua hari terakhir. Tambahan sampah diperkirakan mencapai sekitar 50 ton, terutama di titik-titik keramaian dan jalur perayaan.

Baca Juga: Satpol PP Sita 134 Botol Minuman Beralkohol dan 1.303 Obat Ilegal

Tidak hanya sampah, aktivitas warga yang masih berpesta hingga larut malam juga menimbulkan persoalan ketertiban. Petugas gabungan bahkan menemukan sejumlah warga dalam kondisi mabuk di ruang publik.

Sebagai langkah respons, jajaran Pemkot Bandung melakukan patroli dan pembersihan sejak malam hingga dini hari guna memastikan kondisi kota tetap terkendali.

Sementara itu, kerusakan fasilitas publik juga menjadi perhatian serius. Sedikitnya 35 titik taman di Kota Bandung dilaporkan mengalami kerusakan akibat tingginya aktivitas masyarakat selama perayaan. Saat ini, proses perbaikan tengah dilakukan secara bertahap.

Meski dihadapkan pada berbagai tantangan, Farhan menilai perayaan juara Persib merupakan momen kebahagiaan bagi masyarakat Bandung. Ia menyebut euforia tersebut sebagai salah satu perayaan terbesar dalam beberapa tahun terakhir.

“Ini mungkin pesta terbesar tahun ini. Tapi tidak apa-apa, tiga hari pesta untuk 362 hari kebahagiaan,” katanya. (*)